Tim Cook Dukung Aturan Keselamatan Anak Uni Eropa, Ini yang Membuat Apple Berbeda


JAKARTA – Apple menunjukkan sikap yang berbeda terhadap regulasi teknologi Uni Eropa. Di tengah perselisihan panjang mengenai Digital Markets Act atau DMA, perusahaan justru menyambut upaya Uni Eropa membangun kerangka bersama untuk keselamatan anak di dunia digital.

Ketua Eksekutif Apple, Tim Cook, menyampaikan dukungan tersebut saat berkunjung ke Strasbourg. Dalam kunjungannya, Cook bertemu Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola, serta sejumlah anggota parlemen yang menangani isu keselamatan anak di internet.

Cook menyambut upaya Parlemen Eropa membangun kerangka yang seragam di seluruh Eropa untuk melindungi anak-anak. Ia juga mengatakan Apple terdorong oleh pembahasan mengenai EU KIDS Act yang diusulkan Uni Eropa.

Dukungan tersebut tidak berarti Apple menyetujui seluruh ketentuan dalam rancangan EU KIDS Act. Namun, sikap Cook menunjukkan bahwa Apple mendukung upaya yang lebih luas untuk menerapkan pendekatan bersama dalam melindungi anak-anak di seluruh negara anggota Uni Eropa.

Komisi Eropa mengusulkan EU KIDS Act pada 17 September 2026. Rancangan aturan tersebut mencakup berbagai layanan digital, termasuk media sosial, platform berbagi video, gim daring, pendamping berbasis AI, dan chatbot.

Dalam rancangan tersebut, anak berusia di bawah 13 tahun tidak diperbolehkan menggunakan media sosial. Anak berusia 13 dan 14 tahun dapat menggunakan akun khusus yang dikelola orang tua dengan sejumlah fitur terbatas serta batas penggunaan satu jam per hari.

Pengguna baru dapat membuat akun sendiri mulai usia 15 tahun. Rancangan tersebut juga menetapkan persyaratan keselamatan yang lebih luas bagi layanan daring sehingga perlindungan anak tidak hanya bergantung pada pembatasan usia.

Toko aplikasi juga akan terkena aturan baru. Platform tersebut diwajibkan memberikan penilaian usia pada aplikasi serta mencegah anak mengunduh aplikasi atau melakukan pembelian yang tidak sesuai. Toko aplikasi juga harus mendukung sistem verifikasi usia yang tetap menjaga privasi pengguna.

Sejumlah tujuan dalam rancangan tersebut memiliki kemiripan dengan fitur keselamatan anak yang telah dikembangkan Apple. Perusahaan menyediakan Child Accounts yang memungkinkan orang tua mengatur penggunaan perangkat oleh anak. Apple juga menyediakan Screen Time untuk membatasi aplikasi, situs web, dan durasi penggunaan perangkat.

Apple memperluas sistem tersebut melalui iOS 27. Pembaruan kontrol orang tua membuat pembuatan Child Accounts lebih mudah dan memperluas pengaturan yang dapat diterapkan orang tua pada iPhone, iPad, dan Mac.

Apple juga telah mengembangkan sistem untuk memastikan kategori usia pengguna tanpa harus memberikan tanggal lahir secara persis kepada pengembang aplikasi. Melalui Declared Age Range API, aplikasi dapat menerima kategori usia pengguna sebagai alternatif dari informasi tanggal lahir.

Apple memperluas kemampuan tersebut pada 2026 ketika sejumlah pemerintah mulai menerapkan persyaratan verifikasi usia. Meski demikian, kesamaan fitur tersebut tidak berarti Apple secara otomatis telah memenuhi seluruh ketentuan EU KIDS Act.

Rancangan Uni Eropa tetap memiliki persyaratan tersendiri terkait verifikasi usia, toko aplikasi, kontrol orang tua, serta layanan digital yang digunakan anak-anak. Namun, Apple setidaknya telah memiliki sejumlah teknologi yang sejalan dengan tujuan tersebut.

Posisi Apple terhadap EU KIDS Act juga berbeda dengan sikap perusahaan terhadap Digital Markets Act. Apple selama bertahun-tahun menentang sejumlah ketentuan DMA karena aturan tersebut mengharuskan perubahan pada bagian ekosistem yang selama ini dikendalikan secara ketat oleh perusahaan.

Apple berpendapat bahwa ketentuan DMA mengenai toko aplikasi alternatif, akses pihak ketiga, dan interoperabilitas dapat menimbulkan risiko terhadap privasi dan keamanan. Perselisihan tersebut bahkan berdampak pada sejumlah fitur dan peluncuran produk Apple di Uni Eropa.

Apple sebelumnya menyebut DMA sebagai salah satu faktor yang memengaruhi keterlambatan sejumlah fitur Siri berbasis AI dan fitur Apple Intelligence di Uni Eropa.

EU KIDS Act membawa persoalan yang berbeda. Alih-alih meminta Apple membuka lebih banyak bagian dari ekosistemnya, rancangan tersebut menekankan penguatan verifikasi usia, pengawasan orang tua, pengaturan bawaan yang lebih aman, serta mekanisme verifikasi usia yang memperhatikan privasi.

Dukungan Cook terhadap pendekatan Uni Eropa dalam keselamatan anak tidak dapat dipandang sebagai perubahan sikap Apple terhadap seluruh regulasi teknologi Brussels. Dalam isu ini, tuntutan regulator justru lebih dekat dengan fitur yang selama ini telah dikembangkan Apple sendiri.

Cook juga kini memiliki peran berbeda dalam hubungan Apple dengan pembuat kebijakan. Sejak 1 September 2026, Cook menjabat sebagai executive chairman setelah John Ternus menggantikannya sebagai CEO Apple. Apple menyatakan Cook akan tetap terlibat dalam hubungan dengan pembuat kebijakan di berbagai negara.

Keselamatan anak menjadi salah satu bagian dari agenda tersebut. Pada September 2026, Cook juga bertemu Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, dalam rangkaian agenda Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Keduanya turut membahas perlindungan anak di internet.

Pertemuan di Strasbourg menunjukkan pembahasan mengenai keselamatan anak antara Apple dan pejabat Uni Eropa terus berlanjut ketika EU KIDS Act memasuki proses legislasi. Pada isu ini, kepentingan Apple dan regulator Brussels terlihat lebih dekat dibandingkan perselisihan mereka mengenai aturan persaingan dan Digital Markets Act.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *