JAKARTA – Menteri Pertahanan Israel Katz pada Hari Selasa menyatakan telah menempatkan militer Israel dalam status siaga tinggi menjelang peringatan serangan 7 Oktober 2023, memperingatkan warga Gaza akan menanggung “harga yang mahal” jika pasukan Israel menjadi korban.
Kantor Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan, instruksi tersebut dikeluarkan “mengingat adanya informasi intelijen mengenai niat Hamas untuk melancarkan serangan dan operasi teror terhadap pasukan kami di Gaza pada hari itu.”
“Jika – jangan sampai terjadi – pasukan kami menjadi korban, pihak yang akan menanggung harga yang mahal adalah Hamas dan penduduk Gaza dengan dampak yang sangat besar dan tak sebanding,” jelas pernyataan tersebut, melansir Al Arabiya dari AFP (7/10).
Kelompok militan Palestina yang dipimpin Hamas melancarkan serangan ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023, menyebabkan sekitar 1.221 orang tewas dan 251 lainnya disandera ke Gaza, menurut penghitungan AFP yang didasarkan pada data resmi Israel.
Israel membalas dengan melakukan serangan rudal, serangan udara, operasi darat hingga blokade terhadap Jalur Gaza yang terus berlanjut hingga saat ini meski ada gencatan senjata pada Januari dan Oktober 2025.
Pada Hari Selasa, media Palestina WAFA melaporkan jumlah korban jiwa sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 74.245 orang, sementara total korban luka mencapai 175.267 orang.
Sementara, jumlah korban jiwa sejak gencatan senjata pada 11 Oktober 2025 telah mencapai 1.462 orang, dengan 5.151 kasus luka-luka tercatat, di samping ditemukannya kembali jenazah 836 warga sipil, menurut sumber medis.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
