Kapten dan Awak Kapal MT Honour 25 yang Dibajak di Somalia Berhasil Dipulangkan ke Tanah Air


JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan yang bekerja sama dengan pemerintah negara sahabat, berhasil memulangkan warga negara Indonesia (WNI) yang merupakan kapten dan tiga awak kapal MT Honour 25, setelah kurang lebih selama lima bulan dibajak di Somalia.

Kepulangan Kapten Ashari Samadikun (34) asal Gowa, Sulawesi Selatan; Wahudinanto (48) asal Pemalang, Jawa Tengah; Adi Faizal (27) asal Bulukumba, Sulawesi Selatan; serta Fiku Mutakin (25 asal Bogor, Jawa Barat disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono bersama Menteri Luar Negeri RI Arrmanata Christiawan Nasir di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (6/10).

Menko Sugiono menyampaikan rasa syukur atas kepulangan keempat WNI setelah hampir enam bulan mengalami penyanderaan.

“Setelah melalui perjalanan panjang, saudara-saudara kita bisa kembali dengan selamat ke Tanah Air, ke pangkuan keluarga mereka tercinta,” ujar Menko PMK Sugiono, melansir keterangan Kemlu RI, Rabu (7/10).

Menko PMK juga akan memastikan tindak lanjut proses pemulangan, termasuk perawatan kesehatan bagi para WNI, dapat terlaksana dengan baik.

Sementara itu, Menlu RI Arrmanatha Nasir menjelaskan, proses pembebasan memerlukan waktu panjang dan melibatkan diplomasi serta koordinasi dengan berbagai pihak.

“Sejak awal Kementerian Luar Negeri telah melakukan diplomasi dengan berbagai pihak. Koordinasi kita tidak saja dilakukan dengan Pemerintah Somalia dan pemilik kapal, namun juga dengan pemerintah-pemerintah yang warga negaranya ikut di dalam kru kapal,” jelas Menlu Tata, sapaan akrabnya.

Dalam kesempatan tersebut Menlu Tata menyampaikan apresiasi kepada Menko PMK Sugiono yang pada saat proses penanganan kasus masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

“Pak Menko Sugiono, yang pada saat itu adalah Menteri Luar Negeri, langsung memimpin dan memberikan perhatian yang sangat tinggi dalam proses perundingan dan upaya-upaya pembebasan para ABK ini,” jelas Menlu Tata.

Proses penyambutan dilanjutkan dengan prosesi serah terima kru kapal dari Kementerian Luar Negeri kepada perwakilan keluarga. Selanjutnya, seluruh kru dijadwalkan untuk melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Diketahui, kapal tanker MT Honour 25 yang mengangkut minyak menuju Mogadishu dan diawaki oleh 17 ABK, termasuk empat WNI, dibajak di lepas pantai perairan Hafun, Somalia oleh perompak pada April 2026. Selain WNI, awak kapal tersebut juga berasal dari Pakistan, India dan Myanmar.

Sejak 21 April 2026 Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Pelindungan WNI dan KBRI Nairobi telah melakukan serangkaian upaya pembebasan kapal beserta seluruh krunya melalui koordinasi intensif dengan otoritas dan berbagai pihak di Somalia, serta pendekatan kepada perwakilan negara asal para kru.

Upaya tersebut berujung pada pembebasan para kru pada 29 September 2026 melalui operasi yang dilakukan otoritas Negara Bagian Puntland, Somalia.

Selama proses penanganan, Kementerian Luar Negeri bersama Kementerian Perhubungan juga telah melaksanakan rangkaian kegiatan family engagement pada 5–7 Mei, 8–11 Juni, serta 15 September 2026 guna menjaga komunikasi dengan keluarga serta memastikan tersampaikannya informasi yang akurat mengenai perkembangan penanganan kasus.

Kementerian Luar Negeri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Somalia dan otoritas Puntland, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, Perwakilan RI terkait, pihak pemilik kapal, pemerintah negara asal kru lainnya, serta seluruh pihak yang telah mendukung proses pembebasan dan pemulangan para kru.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *