JAKARTA – Mediator Qatar mengatakan pada Hari Selas, Iran dan Amerika Serikat masih terlibat dalam pembicaraan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, meskipun tampaknya terjadi kebuntuan setelah tujuh bulan konflik berlangsung.
Negosiasi tidak langsung tersebut mempertimbangkan “kekhawatiran berbagai pihak,” ujar pejabat Kementerian Luar Negeri Ibrahim Al-Hashmi dalam keterangan pers rutin.
“Saya dapat mengonfirmasi bahwa pembicaraan terus berlanjut dan pertukaran pesan antarberbagai pihak masih berlangsung melalui Qatar dan mitra-mitra regionalnya,” katanya, melansir Al Arabiya dari AFP (6/10).
“Sebagaimana Anda ketahui, skala konflik ini dan besarnya dampak yang harus ditanggung oleh seluruh dunia menuntut kita untuk mengerahkan upaya terbaik guna mengakhirinya sesegera mungkin melalui solusi yang dapat disepakati di meja perundingan,” tambah pejabat tersebut.
Meskipun telah ada gencatan senjata pada Bulan April, Nota Kesepahaman pada Bulan Juni, dan pembicaraan di Sidang Umum PBB bulan lalu, Washington dan Tehran masih berselisih mengenai Selat Hormuz yang strategis.
Pada Hari Senin, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan pembicaraan dengan AS “tidak ada gunanya” dan hanya berujung pada serangan-serangan baru, menurut laporan media pemerintah.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
