Lebih Modern, tapi Aktivitas Tak Boleh Terputus



JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta akan mengubah wajah kawasan Blok M, Jakarta Selatan, lewat proyek transformasi yang disebut sebagai fase ultimate. Meski pembangunan akan memperluas kawasan hingga 10 kali lipat dan ruang publik hingga lima kali dari kondisi saat ini, aktivitas Blok M dipastikan tidak boleh terhenti.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan revitalisasi tersebut tidak boleh menghilangkan karakter Blok M yang selama ini menjadi salah satu titik berkumpul anak muda Jakarta.

“Yang jelas, Blok M enggak boleh berhenti, Blok M enggak boleh apa napasnya itu tidak tersambungkan. Jadi Blok M itu harus ada terus karena memang di sini seluruh aktivitas sekarang ini tidak pernah terputus,” kata Pramono di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Selasa, 6 Oktober.

Menurut Pramono, pembenahan kawasan memang akan membuat Blok M lebih modern dan tertata. Namun, perubahan fisik tersebut tidak boleh membuat identitas kawasan ikut hilang.

“Maka dalam pembangunan yang dilakukan, yang akan dilakukan, membuat sesuatu yang menjadi lebih baik, lebih baru, lebih modern, lebih tertata, lebih rapi, yang nggak boleh kehilangan adalah wajah negara Blok M-nya, semangatnya nggak boleh berubah,” ucap Pramono.

Pramono menilai karakter tersebut justru menjadi kekuatan utama Blok M. Kawasan ini selama ini dikenal sebagai tempat anak muda mencari kuliner, tempat nongkrong, hingga berbagai hal yang sedang viral di Jakarta.

“Aak-anak muda Jakarta dari mana pun, sekarang ini selalu bahan ceritanya adalah tentang Blok M. Selalu ketika ada yang viral, baru, dari mana? Blok M. Makanan apa pun itu, Blok M,” tuturnya.

Ia juga menilai akses transportasi publik yang semakin terintegrasi akan memperkuat posisi Blok M sebagai salah satu pusat aktivitas warga Jakarta. Kawasan tersebut kini terhubung dengan MRT Jakarta, TransJakarta hingga layanan TransJabodetabek.

Secara khusus, Pramono meminta PT MRT Jakarta selaku pengelola kawasan tetap mempertahankan fungsi Blok M sebagai ruang yang hidup dan terbuka terhadap perkembangan baru, tanpa meninggalkan unsur budaya yang telah melekat.

Menambahkan, Direktur Utama PT MRT Jakarta Tuhiyat memastikan revitalisasi tidak serta-merta membuat ratusan pelaku usaha di Blok M kehilangan tempat berjualan. Sebanyak 332 tenant yang saat ini beroperasi akan direlokasi sebelum pembangunan dimulai.

“Pada saat nanti kita lakukan pembangunan, sebelum groundbreaking, kami menjamin semua tenant ada 332, itu kami lakukan transisi. Transisi nanti tempatnya kami lakukan di satu tempat posisinya,” ucap Tuhiyat.

Selama pembangunan berlangsung, operasional transportasi juga tetap berjalan. MRT Jakarta bersama pihak terkait akan menata kembali area yang bersinggungan dengan layanan Transjakarta termasuk Transjabodetabek agar mobilitas masyarakat tidak terputus.

Tuhiyat menyebut revitalisasi akan dikerjakan secara bertahap. Terminal, kawasan retail, dan podium ditargetkan selesai serta mulai beroperasi pada 2029.

Setelah transformasi rampung, ruang terbuka publik di kawasan Blok M ditargetkan meningkat lima kali lipat. Sementara luas kawasan secara keseluruhan disebut akan mencapai 10 kali dari kondisi saat ini.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *