Laporan Kerentanan dari AI Membeludak, Google Bekukan Program Bug Bounty Open Source


JAKARTA – Google menghentikan sementara program bug bounty untuk proyek sumber terbuka setelah dibanjiri laporan otomatis yang sebagian besar dinilai tidak valid. Program itu dibekukan mulai 1 Oktober 2026 dan baru akan mendapat pembaruan pada kuartal pertama 2027.

Antara, disitat Senin, 5 Oktober yang mengutip TechCrunch, program tersebut sebelumnya memberi imbalan kepada peneliti keamanan yang menemukan celah pada perangkat lunak open source Google.

Masalah muncul ketika laporan kerentanan dalam jumlah besar mulai dibuat dengan bantuan kecerdasan artifisial. Sebagian laporan disebut berisi temuan yang tidak akurat atau bahkan halusinasi AI sehingga menyulitkan proses verifikasi.

Google menyatakan peningkatan pengajuan otomatis menjadi alasan utama penghentian sementara program tersebut.

“Jeda ini disebabkan oleh peningkatan signifikan dalam pengajuan otomatis, yang sebagian besar tidak valid,” demikian pernyataan Google.

Laporan Tom’s Hardware menyebut para insinyur Google dan pengelola proyek open source kewalahan memeriksa laporan yang masuk.

Persoalan seperti ini sebenarnya sudah diperingatkan sejak tahun lalu. Sejumlah peneliti keamanan menilai penggunaan AI secara serampangan dapat membanjiri program bug bounty dengan laporan berkualitas rendah.

Dalam kondisi normal, program bug bounty dirancang untuk membantu perusahaan menemukan kerentanan sebelum dimanfaatkan pihak lain. Peneliti yang menemukan celah valid kemudian mendapat penghargaan atau imbalan.

Namun, lonjakan laporan otomatis justru membuat proses penyaringan menjadi lebih berat karena setiap temuan tetap harus diperiksa satu per satu.

Meski program bug bounty open source dibekukan sementara, Google masih meminta pengembang dan peneliti mempertimbangkan program bug bounty lain milik perusahaan yang tetap tersedia.

Google belum mengumumkan kapan program tersebut akan dibuka kembali. Perusahaan hanya menjanjikan pembaruan pada kuartal pertama 2027.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *