JAKARTA – Nugget menjadi salah satu makanan yang sering disimpan di freezer karena praktis dan bisa diolah kapan saja. Cukup mengambil beberapa potong dari kemasan, menggorengnya, lalu makanan siap disajikan.
Namun, pernahkah terpikir mengapa nugget yang disimpan dalam kondisi beku bisa bertahan cukup lama, bahkan ketika dibuat tanpa pengawet?
Jawabannya bukan hanya terletak pada bahan yang digunakan, tetapi juga pada bagaimana makanan tersebut diproses, dibekukan, hingga disimpan.
Pada produk makanan beku, suhu rendah menjadi salah satu cara untuk memperlambat aktivitas mikroorganisme dan reaksi yang dapat menurunkan kualitas makanan. Karena itu, proses menjaga kualitas nugget sebenarnya sudah dimulai sejak bahan baku dipilih.
Axel Sutantio, CEO Consumer Food Cimory Group yang membawahi bisnis makanan konsumen termasuk Kanzler mengatakan, kualitas produk berawal dari bahan yang digunakan.
“Bahan bakunya harus benar, kemudian prosesnya harus benar, baru bisa menghasilkan produk yang baik,” jelasnya.
Untuk bahan dagingnya, Kanzler menggunakan 100 persen fillet ayam tanpa tulang dan kulit, bukan mechanically deboned meat atau MDM.
Bahan baku yang seragam dapat membantu proses produksi berjalan lebih konsisten. Mulai dari komposisi, tekstur, waktu pemasakan hingga pembekuan dapat dikontrol dari satu tahapan ke tahapan berikutnya.
Setelah melalui proses pemasakan, nugget kemudian dibekukan menggunakan metode individual quick freezing atau IQF. Berbeda dengan pembekuan yang berlangsung secara perlahan, metode ini membuat produk mengalami proses pembekuan dengan cepat hingga bagian intinya mencapai suhu beku yang ditetapkan.
Pembekuan yang cepat membantu membentuk kristal es yang lebih kecil dan merata. Hal tersebut penting karena ukuran kristal es dapat memengaruhi kondisi tekstur makanan ketika nantinya dimasak.
Pada nugget, proses tersebut membantu mempertahankan tekstur bagian dalam sekaligus membuat bagian luarnya tetap dapat kembali renyah ketika dimasak. Pembekuan juga menjadi salah satu cara untuk membantu memperpanjang masa simpan produk.
Axel menjelaskan prinsip yang digunakan dalam proses tersebut.
“Kita percaya kalau cepat busuk itu lebih baik. Artinya, memang tidak memakai pengawet,” ungkapnya.
Meski begitu, proses pembekuan tidak berhenti setelah produk keluar dari tempat produksi. Nugget tetap perlu berada dalam kondisi dingin selama perjalanan hingga sampai ke tangan konsumen.
Produk makanan beku biasanya disimpan di gudang, dibawa menggunakan kendaraan berpendingin, ditempatkan di freezer gerai, hingga akhirnya dibawa pulang. Rangkaian tersebut dikenal sebagai rantai dingin yang berfungsi menjaga produk tetap berada dalam kondisi suhu yang sesuai.
Begitu sampai di rumah, konsumen juga memiliki peran untuk menjaga kualitas makanan beku tersebut. Nugget sebaiknya segera dimasukkan ke freezer setelah dibeli. Jika kemasan sudah dibuka, bagian yang tersisa perlu ditutup dengan baik agar produk tetap terlindungi.
Nugget juga sebaiknya dimasak sesuai petunjuk penyajian pada kemasan. Hindari mencairkan produk lalu membekukannya kembali berulang kali karena perubahan suhu dapat memengaruhi mutu dan teksturnya.
Kebiasaan sederhana tersebut sebenarnya melanjutkan proses yang sudah dimulai sejak produk dibuat. Pemilihan bahan baku, pemasakan, pembekuan cepat, distribusi dengan suhu terkontrol dan penyimpanan di rumah menjadi rangkaian yang saling berkaitan.
Dari proses tersebut, bisa dipahami daya simpan makanan beku tidak selalu bergantung pada penggunaan bahan pengawet. Pada produk seperti nugget, pembekuan menjadi salah satu cara untuk membantu memperlambat proses yang dapat menurunkan kualitas makanan.
Namun, metode tersebut tetap perlu didukung proses produksi yang terkontrol serta penyimpanan pada suhu yang sesuai. Sebab, menjaga kualitas makanan beku bukan hanya soal bagaimana produk dibuat, tetapi juga bagaimana produk tersebut diperlakukan setelah meninggalkan tempat produksi.
Bagi konsumen, proses panjang itu akhirnya terasa sederhana. Nugget cukup disimpan di freezer dan dapat diolah ketika dibutuhkan. Di balik kepraktisan tersebut, ada rangkaian proses yang membuat makanan beku dapat bertahan selama masa simpannya tanpa harus mengandalkan satu faktor saja.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
