JAKARTA – Minuman yang dipilih setelah makan malam ikut memengaruhi kerja ginjal. Di antara berbagai pilihan, air putih dinilai paling baik karena membantu menjaga hidrasi tanpa menambah zat yang dapat membebani tubuh.
Menurut ahli gizi yang dikutip Health dan dilansir Antara, disitat Sabtu, 3 Oktober, hidrasi yang cukup membantu ginjal membuang limbah melalui urine.
Ahli gizi terdaftar Kelly L. Burgess mengatakan kecukupan cairan juga dapat membantu menekan sekresi vasopresin, hormon yang memberi sinyal kepada ginjal untuk menahan air.
“Kadar vasopresin yang terus-menerus tinggi dapat memberikan beban tambahan pada ginjal,” kata Burgess.
Ia menjelaskan setelah makan malam, kebanyakan orang biasanya tidak membutuhkan tambahan elektrolit dan kalium seperti yang terdapat dalam sejumlah minuman hidrasi.
Air putih juga tidak mengandung kafein sehingga tidak mengganggu tidur pada malam hari.
Bagi yang ingin lebih rileks menjelang tidur, Burgess menyebut air putih hangat bisa menjadi pilihan.
Namun, waktu minum juga perlu diperhatikan.
Orang yang sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil disarankan minum satu atau dua jam sebelum tidur. Cara ini dapat membantu mengurangi keinginan buang air kecil ketika sudah terlelap.
Air putih juga tidak harus selalu diminum tanpa rasa.
Ahli gizi Erin Jowett mengatakan buah utuh, jeruk, atau jus cranberry tanpa pemanis dapat ditambahkan untuk memberi rasa.
Sementara ahli gizi Annamarie Rodriguez menyebut jus cranberry kaya antioksidan, termasuk antosianin dan flavonol, yang bermanfaat bagi kesehatan ginjal.
Meski begitu, menambah asupan air tidak cocok untuk semua orang.
Penderita penyakit ginjal kronis stadium lanjut, gagal jantung, atau pasien yang menjalani dialisis disarankan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum meningkatkan konsumsi cairan secara signifikan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
