TEPCO Mulai Memasukkan Lengan Robot untuk Mengambil Puing Bahan Bakar Nuklir PLTN Fukushima


JAKARTA – Tokyo Electric Power Co. (TEPCO) Holdings Inc. pada Hari Jumat mulai memasukkan lengan robot yang dikendalikan dari jarak jauh ke dalam bejana penahan (containment vessel) reaktor No. 2 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi yang rusak parah.

Langkah ini merupakan persiapan untuk upaya berikutnya dalam mengambil puing bahan bakar yang meleleh pada tahun depan.

Menurut TEPCO, lengan robot tersebut – yang sebelumnya terlipat di dalam kotak logam – telah direntangkan dan ujungnya dimasukkan melalui katup pada pipa yang mengarah ke bejana penahan pada pukul 10.00 pagi.

Lengan itu akan masuk ke dalam bejana melalui sebuah bukaan di bagian samping yang dikenal sebagai X-6, dikutip dari Kyodo News (2/10).

Perusahaan listrik tersebut berencana menghabiskan waktu tiga hingga empat bulan untuk menyingkirkan hambatan dan mengumpulkan data tiga dimensi mengenai bagian dalam bejana sebelum melakukan uji coba pengambilan yang ketiga.

Seluruh rangkaian operasi, termasuk proses pengambilan puing, diperkirakan akan memakan waktu sekitar enam bulan. TEPCO berharap temuan dari kegiatan ini akan membantu mereka bersiap untuk tahap pengambilan puing dalam skala besar.

Dua upaya sebelumnya, yang dilakukan pada tahun 2024 dan 2025, menggunakan alat yang menyerupai joran pancing untuk mengambil total sekitar 0,9 gram puing.

Diperkirakan masih terdapat 880 ton puing bahan bakar di dalam ketiga reaktor pembangkit listrik yang rusak tersebut. Tingkat radiasi yang tinggi menghalangi pekerja untuk masuk ke dalam bejana penahan, sehingga kondisi sebagian besar puing dan lingkungan di sekitarnya belum diketahui secara pasti.

Lengan robot tersebut akan memantau kondisi bagian dalam sembari menyingkirkan hambatan, termasuk memotong rel baja menggunakan semburan air bertekanan tinggi.

Lengan ini memiliki beberapa sendi yang memungkinkannya menjangkau area luas, serta dapat dipasangi berbagai jenis alat pada bagian ujungnya.

Sebuah robot yang dioperasikan dari jarak jauh, yang dilengkapi dengan dua lengan di dalam kotak penyimpanan, akan mengganti alat-alat tersebut sesuai dengan tugas yang dilakukan.

Lengan robot ini sebenarnya direncanakan untuk digunakan pada upaya pengambilan puing yang pertama, namun penggunaannya berulang kali tertunda akibat pandemi COVID-19 dan faktor-faktor lainnya.

Diketahui, pengembangan lengan robot ini dimulai pada tahun 2017 oleh International Research Institute for Nuclear Decommissioning (yang kini telah dibubarkan) dan sebuah perusahaan nuklir asal Inggris. Sekitar 7,8 miliar yen (49 juta dolar AS) dana pemerintah telah digunakan untuk lengan tersebut dan proyek-proyek terkait.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *