Dompet Dhuafa dan PFI Luncurkan Kampanye “Menyusui Selamatkan Nyawa” untuk Dorong SDM Berkualitas


JAKARTA — Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI) bersama Yayasan Dompet Dhuafa Republika, doctorSHARE, Nutrition International, dan Scaling Up Nutrition Civil Society Alliance (SUN CSA) meresmikan kampanye kolaboratif bertajuk “Menyusui Selamatkan Nyawa, Hemat Biaya”.

Inisiatif tersebut diluncurkan dalam ajang Philanthropy Learning Forum (PLF) #98 bertema “Investasi Menyusui untuk Menyelamatkan Kehidupan dan Menghemat Biaya Kesehatan” di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Kampanye ini menegaskan bahwa dukungan terhadap praktik menyusui bukan hanya persoalan medis, melainkan investasi strategis bagi pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Pencapaian ASI Eksklusif dan Tantangan Lintas Sektor

Cakupan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada bayi usia 0–5 bulan di Indonesia mencatatkan tren positif, meningkat dari 52 persen pada 2017 menjadi 66,4 persen pada 2024. Kendati demikian, berbagai tantangan sistemik masih membayangi, seperti kurangnya ruang laktasi di tempat kerja, norma sosial-budaya, hingga keterbatasan akses konseling laktasi yang berkualitas.

Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika, Ahmad Juwaini, menekankan bahwa pemenuhan hak menyusui membutuhkan ekosistem yang terintegrasi.

“Menyusui memiliki keterkaitan langsung dengan tumbuh kembang dan masa depan anak. Ini adalah investasi sosial yang memerlukan kolaborasi lintas pihak, mulai dari keluarga, tempat kerja, hingga pemerintah,” ujar Ahmad Juwaini.

Senada dengan hal tersebut, Dewan Pakar PFI, Prof. Dr. R. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc., menyebutkan bahwa data empiris (evidence) yang dibahas dalam forum ini harus menjadi landasan dalam pembuatan kebijakan publik.

Dampak Ekonomi dan Investasi Kesehatan Global

Dari perspektif kebijakan pembangunan, Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat Kementerian PPN/Bappenas, Diah Lenggogeni, S.T., M.Sc., menempatkan praktik menyusui sebagai intervensi krusial pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Sementara itu, Senior Global Portfolio Director, Health Economics and Nutrition Financing Nutrition International, Dylan Walters, PhD., memaparkan data Global Investment Case for Improved Breastfeeding. Menurut risetnya, peningkatan dukungan menyusui secara global dalam 10 tahun ke depan berpotensi:

  • Mencegah hingga 263.000 kematian anak dan 160.000 kematian ibu.
  • Mencegah hilangnya 133 juta tahun pendidikan dan 382 juta poin IQ.
  • Menghasilkan potensi manfaat sosio-ekonomi jangka panjang mencapai USD 357 miliar.

Dylan merekomendasikan perluasan cakupan intervensi hingga 75 persen melalui penguatan fasilitas Rumah Sakit Sayang Bayi, kebijakan cuti maternitas, regulasi pemasaran produk pengganti ASI, serta edukasi publik.

Sinergi Membangun Ekosistem Ramah Menyusui

Sesi diskusi panel yang menghadirkan perwakilan Kementerian Kesehatan RI (dr. Lovely Daisy, MKM.), akademisi Universitas Padjadjaran (Dr. Adiatma Y. M. Siregar), hingga praktisi kesehatan komunitas membahas penanganan kesenjangan layanan di lapangan.

General Manager Kesehatan Dompet Dhuafa, dr. Yeni Purnamasari, MKM., menyatakan komitmennya dalam memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, kader, serta pendampingan bagi ibu menyusui di wilayah komunitas rentan maupun daerah terdampak bencana.

Melalui forum ini, PFI dan para mitranya menyerukan perubahan paradigma nasional: keberhasilan menyusui bukan semata beban atau tanggung jawab seorang ibu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *