JAKARTA – Teknologi Artificial Intelligence (AI) kini semakin banyak dimanfaatkan untuk membantu berbagai kebutuhan, termasuk digunakan untuk mendeteksi masalah gigi.
Salah satunya hadir dalam layanan kesehatan gigi melalui FDC Tooth Analyzer. Teknologi berbasis AI yang dikembangkan FDC Dental Clinic ini dirancang untuk membantu memberikan analisis awal mengenai kondisi gigi sekaligus memberikan gambaran mengenai kebutuhan perawatan.
Melalui pemeriksaan awal, inovasi AI digunakan untuk menghasilkan informasi awal mengenai kondisi gigi. Hasil analisis kemudian dapat menjadi informasi pendukung bagi pasien sebelum mendapatkan penjelasan lebih lanjut dari dokter gigi.
Dengan demikian, Tooth Analyzer bukan digunakan untuk menggantikan diagnosis dokter, melainkan menjadi bagian dari proses untuk membantu pasien mengenali kondisi giginya lebih awal.
“Inovasi ini memiliki nilai kebermanfaatan ketika membuat pengalaman pasien menjadi lebih mudah, cepat dan informatif. Melalui Smile Bus dan Tooth Analyzer, kami ingin memperpendek jarak masyarakat dengan layanan kesehatan gigi, membantu pasien mengenali kondisi gigi lebih awal, lalu mendapatkan rekomendasi yang tepat dari tenaga medis,” jelas Founder & CEO FDC Dental Clinic, drg. Ita Lestari, MARS, dalam FDC Media Gathering 2026: Media Experience FDC Smile Bus & FDC Foundation, Jumat, 2 Oktober.
Pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya dari klinik tersebut menghadirkan layanan kesehatan gigi yang lebih mudah diakses. Inovasi tersebut jugadidukung kolaborasi dengan Google Cloud AI melalui teknologi Vertex AI dan Gemini.
Menurut pihak FDC, pengembangan ini bahkan telah menjadi contoh praktik penggunaan teknologi AI yang mendapat perhatian di tingkat regional.
Tidak hanya pada proses pemeriksaan, teknologi digital juga dimanfaatkan untuk mempermudah pengalaman pasien ketika mengakses layanan. Salah satunya melalui aplikasi yang digunakan untuk melakukan reservasi dokter gigi.
“Aplikasi ini memangkas waktu reservasi atau booking dokter gigi dari yang awalnya memakan waktu sekitar 1 jam (melalui chatbot manual) menjadi hanya 15 detik secara praktis melalui ponsel , Aplikasi FDC saat ini telah digunakan oleh lebih dari 2.5 juta pengguna” ungkap drg. Ita.
Pengalaman pemeriksaan menggunakan AI tersebut kemudian dipadukan dengan kehadiran FDC Smile Bus. Layanan bergerak ini dirancang untuk membawa pemeriksaan kesehatan gigi lebih dekat kepada masyarakat di luar jaringan klinik.
Di dalamnya terdapat dental chair dan sejumlah perangkat medis yang memungkinkan pemeriksaan serta layanan tertentu dilakukan secara mobile. Setelah diperiksa, pasien akan bisa melihat langsung bagaimana kondisi gigi mereka, hingga dokter gigi juga dapat memberikan perawatan atau langkah lanjutan.
Smile Bus sendiri sebelumnya telah digunakan dalam sejumlah kegiatan untuk mendekatkan layanan kesehatan gigi kepada masyarakat, termasuk program Dental Care On The Move bersama sejumlah perusahaan serta layanan di Cianjur.
Kehadiran layanan bergerak ini juga membuka peluang bagi pemeriksaan gigi menjangkau lingkungan perusahaan, komunitas, institusi pendidikan, hingga masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan gigi.
“Smile Bus bukan dimaksudkan untuk menggantikan klinik. Model ini menjadi perpanjangan akses yang membawa layanan lebih dekat kepada masyarakat dan, ketika dibutuhkan, menghubungkannya dengan pelayanan lanjutan oleh dokter dan jaringan klinik FDC, kami mendatangi pasien yang membutuhkan,” tambah drg. Ita.
Saat ini, jaringan FDC Dental Clinic telah berkembang menjadi lebih dari 70 klinik di Indonesia. Pengembangan Smile Bus dan Tooth Analyzer menjadi bagian dari ekosistem yang menggabungkan jaringan klinik, tenaga medis, layanan bergerak, serta teknologi digital.
Pemanfaatan AI dalam layanan tersebut menunjukkan teknologi dapat berperan sebagai jembatan untuk membantu masyarakat lebih cepat mengenali kondisi kesehatan gigi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
