Merah dan Oranye Terang Sebaiknya Tak Mendominasi Kamar Tidur, Ini Alasannya


JAKARTA – Merah dan oranye terang mungkin membuat ruangan terlihat hidup. Namun, untuk kamar tidur, dua warna ini justru disarankan tidak digunakan secara dominan karena dinilai terlalu energik untuk ruang beristirahat.

Antara, disitat Kamis, 1 Oktober yang mengutip Real Simple, sejumlah desainer interior menyarankan warna merah dan oranye terang tidak memenuhi seluruh dinding kamar tidur. Keduanya tetap bisa digunakan, tetapi lebih cocok sebagai aksen.

Pendiri ADROIT Architecture & Interior Design Madelaine Mayer mengatakan kamar tidur umumnya membutuhkan suasana tenang dan nyaman. Warna yang terlalu kuat bisa menghasilkan kesan berbeda.

“Kamar tidur pada umumnya merupakan tempat untuk beristirahat, jadi saya cenderung menghindari penggunaan warna yang sangat energik dalam area yang luas, seperti merah dan oranye terang,” kata Mayer.

Menurut Mayer, merah dan oranye juga kerap dikaitkan dengan emosi kuat, termasuk gairah dan kemarahan. Merah bahkan lazim ditemukan pada tanda peringatan, lampu lalu lintas hingga mobil pemadam kebakaran.

Namun, bukan berarti dua warna tersebut harus benar-benar disingkirkan dari kamar.

Pendiri Nina Seed Interiors, Nina Seed, mengatakan merah dan oranye tetap bisa digunakan dalam jumlah terbatas. Ia bahkan pernah memakai kedua warna itu untuk kamar anak.

“Untuk kamar anak-anak, tidak ada warna yang belum pernah saya gunakan, termasuk oranye dan merah,” ujar Seed.

Caranya dengan menempatkan warna cerah sebagai aksen, misalnya pada lis atau bagian tertentu. Dengan begitu, kamar tetap memiliki sentuhan warna tanpa seluruh ruangan terasa terlalu kuat.

Mayer memberi contoh koral terang yang bisa dipadukan sebagai aksen pada kamar dengan warna biru tua.

“Jangan mengecat seluruh dinding dengan warna tersebut,” katanya.

Untuk warna utama, desainer lebih menyarankan pilihan yang memberi kesan tenang. Pendiri Sarah Scales Design Studio, Sarah Scales, menyebut biru dapat menciptakan suasana menenangkan. Warna hangat juga bisa membuat kamar terasa lebih nyaman.

Pilihan lain adalah warna netral terang, hijau serta abu-abu dengan sedikit nuansa hangat.

Meski begitu, tidak ada larangan mutlak menggunakan merah atau oranye. Pemilihan warna tetap bergantung pada selera dan kebutuhan penghuni. Saran para desainer lebih pada membatasi penggunaannya sebagai warna dominan bila kamar ingin terasa lebih tenang untuk beristirahat.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *