Sekjen Rutte Tegaskan Aliansi akan Mempertahankan Setiap Jengkal Wilayah NATO


JAKARTA – Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Hari Rabu menepis peringatan nuklir Rusia terkait Kaliningrad, menyatakan Moskow tidak mungkin memenangkan konfrontasi melawan aliansi tersebut.

Berbicara di KTT Pertahanan dan Antariksa Euronews di Brussels, Sekjen Rutte menegaskan aliansi tersebut siap mempertahankan wilayahnya.

“Kami akan mempertahankan setiap jengkal wilayah NATO. Ancaman itu tidak nyata, dan jika terjadi sesuatu, kami siap menghadapinya,” ujarnya, melansir Anadolu (1/10).

Komentarnya muncul menyusul laporan bahwa Rusia, melalui sebuah surat, telah memperingatkan NATO agar tidak mencoba memutus akses ke Kaliningrad – wilayah eksklave Rusia di sebelah barat yang terletak di antara Polandia dan Lituania – seraya menyatakan kesiapan untuk mengerahkan seluruh persenjataannya, termasuk senjata nuklir.

Sekjen Rutte menolak mengonfirmasi isi surat yang dilaporkan tersebut, namun menepis anggapan adanya ancaman nuklir yang akan segera terjadi terhadap negara-negara Baltik.

“Kami adalah aliansi pertahanan. Hentikan ancaman nuklir. Hal ini sama sekali tidak perlu dan tidak membantu. Terlebih lagi, hentikan perang di Ukraina; sebuah perang agresi yang tidak diprovokasi terhadap Ukraina,” tegasnya.

Sekjen Rutte juga menyatakan, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak mungkin mengalahkan NATO.

“Semua orang tahu bahwa dia tidak akan pernah bisa menang melawan NATO. Saya tidak menanggapi hal ini dengan serius,” tandasnya.

Sekjen Rutte menyebut Rusia menderita kerugian besar di Ukraina dan mengklaim ada 43.000 tentara yang tewas atau terluka parah setiap bulannya.

Ia mengatakan, Moskow berupaya memecah belah sekutu NATO dan mengalihkan perhatian dari medan perang.

“Jika perlu, tentu saja kami akan membela diri. Namun, hal terpenting adalah semua ini terjadi karena perang di Ukraina tidak berjalan baik baginya. Dia ingin memecah belah kita. Dia ingin kita kehilangan fokus terkait masalah Ukraina,” ujar Rutte.

Sekretaris Jenderal NATO itu juga mengatakan, Eropa harus lebih mampu menangani ancaman keamanan tanpa terlalu bergantung pada Washington.

“Mengapa pihak Amerika yang melakukannya, melumpuhkan kemampuan nuklir Iran? Karena kita tidak bisa melakukannya. Namun di masa depan, kita harus memastikan bahwa sebagai orang Eropa, kita mampu melakukan hal ini sendiri,” ujarnya.

Sekjen Rutte mengatakan, peningkatan belanja pertahanan Eropa pada akhirnya akan memungkinkan benua tersebut memikul tanggung jawab yang lebih besar, sembari tetap menjaga keterlibatan AS dalam NATO.

“Tetap saja, AS terlibat—tidak hanya dalam aspek nuklir tetapi juga konvensional—namun pihak Eropa memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar atas pertahanan di wilayah NATO ini,” tandasnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *