Akhirnya, Pep Guardiola Buka Suara Soal Pelanggaran Man City


JAKARTA – Pep Guardiola akhirnya buka suara soal pelanggaran klub yang pernah ditanganinya, Manchester City. Guardiola yang menjadi manajer Man City pada 2016 hingga 2026 sudah pasti memberi dukungan terhadap eks klubnya.

Guardiola untuk kali pertama berbicara soal Man City yang dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 pelanggaran yang dilakukan sepanjang musim 2009/2010 hingga 2018/2019. Keputusan bersalah dikeluarkan oleh komisi independen yang melakukan penyelidikan atas tuduhan pelanggaran aturan finansial yang ditetapkan Premier League Inggris maupun UEFA.

Dari hasil pemeriksaan yang cukup panjang, Man City akhirnya ditetapkan melakukan hampir semua tuduhan tersebut. Bahkan ada catatan hukuman tambahan karena klub tidak bersikap kooperatif selama investigasi dari Premier League.

Premier League memang belum menjatuhkan sanksi karena masih memberi kesempatan kepada Man City untuk melakukan pembelaan. Rencananya, klub mengajukan banding pada Jumat, 2 Oktober 2026 waktu setempat.

Namun sudah beredar informasi bila The Cityzens bakal mendapat sanksi berat, terutama berupa pengurangan poin. Peluang pengurangan poin antara 40 hingga 70 yang mengancam klub terdegradasi hingga League One atau Divisi Dua. Tidak menutup kemungkinan pula, mereka turun ke League Two atau kasta ketiga kompetisi di Inggris.

Sanksi lain berupa pencabutan gelar juara, terutama saat Man City memenangi Premier League hingga tiga kali. Pada periode itu, klub juga memenangi Piala FA, Carabao Cup hingga Community Shield.

Pandit sepak bola yang juga mantan bek Liverpool dan timnas Inggris, Jamie Carragher yang mendesak hukuman pencabutan gelar juara Man City.

Sementara, pandit lain yang merupakan eks kapten Manchester United Roy Keane menyatakan ‘para pemain Man City seharusnya membuang medali juara mereka ke tempat sampah’ karena bermain di klub yang kedapatan melakukan penipuan.

Man City sudah pasti membantah semua tuduhan tersebut. Mereka memastikan tidak bersalah seperti yang dikatakan pimpinan klub Khaldoon Al Mubarak saat mengirim surat terbuka kepada fans klub.

Al Mubarak mengaku ‘kecewa’ dan ‘terkejut’ dengan pernyataan pelanggaran yang hanya sebuah ‘opini’ saja dari komisi independen.

Sebelumnya, sang pimpinan sudah pernah menyatakan bila klub ‘bersih dari semua tuduhan itu’. Al Mubarak makin yakin bahwa mereka tidak bersalah karena klub pernah lolos dari hukuman UEFA pada 2010.

Sebelumnya, UEFA menjatuhkan larangan kepada Man City untuk berkompetisi di level Eropa selama dua tahun atas pelanggaran Financial Fair Play.

Namun Man City membawa kasus itu ke CAS yang memutuskan tidak ada kesalahan pada klub. Keputusan itu menjadikan Man City tetap bisa berkompetisi di Liga Champions.

Man City juga mendapat dukungan dari Guardiola yang meletakkan jabatan sebagai manajer klub pada akhir musim lalu. Setelah menangani Man Citu pada 2016 hingga 2026, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen ini kemudian mengundurkan diri. Posisinya digantikan eks asistennya, Enzo Maresca yang sempat mengarsiteki Chelsea sebelum diberhentikan dan akhirnya kembali ke Etihad.

“Saya ingin setiap pendukung Manchester City di seluruh dunia tahu bahwa saya ada di sini; lebih dari apa pun,” demikian unggahan Guardiola di Instagram.

“Saya sudah ada di sisinya dan akan selalu di sini. Saya ada di belakang klub saya, pemilik saya, pimpinan saya [Khaldoon Al Mubarak], (CEO) Ferran [Soriano], pemain, staf (manajer) Enzo [Maresca] dan Anda sekalian, suporter kami yang unik,” ucap Guardiola yang telah memenangi 20 trofi dalam satu dekade di Man City.

Guardiola juga meminta suporter, klub dan semua untuk tetap bersatu. Dia meyakini Man City bakal melewati semua itu. “Biarlah saya perjelas. Kami akan melewati semua itu bersama. Saya cinta kalian semua.”

Guardiola menyatakan tidak ada kesalahan apa pun yang dilakukan Man City selama dia menangani tim tersebut.

Hanya bila Man City dinyatakan bersalah dan mendapat hukuman, legasi Guardiola sebagai pelatih top bakal ternoda. Dalam sebuah analisis di media Inggris, Guardiola dinilai tetap mendapat keuntungan dari pelanggaran yang dilakukan klub.

Tanpa mengabaikan kemampuan Guardiola sebagai manajer top, namun dirinya diuntungkan sehingga bisa membawa Man City meraih banyak trofi. Bahkan kini sudah muncul analisis mengapa klub itu bisa meraih sukses dalam waktu singkat.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *