WHO Ungkap Wabah Penyakit Menular Melanda Yaman di Tengah Konflik



JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan wabah sejumlah penyakit menular tengah melanda Yaman di tengah konflik dan pengungsian massal yang semakin membebani sistem kesehatan negara tersebut.

Direktur Kedaruratan WHO untuk Wilayah Mediterania Timur, Dr. Annette Heinzelmann, mengatakan terdapat lebih dari 7.780 kasus suspek kolera dengan 22 kematian dan lebih dari 9.600 kasus demam berdarah dengan 37 kematian.

WHO juga mengkhawatirkan peningkatan kasus campak yang telah mencapai lebih dari 22.000 kasus.

“Kami telah mencatat lebih dari 7.780 kasus suspek kolera dengan 22 kematian, dan lebih dari 9.600 kasus demam berdarah dengan 37 kematian. Kami juga mengkhawatirkan wabah campak. Sudah ada lebih dari 22.000 kasus,” kata Heinzelmann di Jenewa, Selasa (29/9).

Kondisi tersebut terjadi ketika sistem kesehatan Yaman sudah berada dalam tekanan berat akibat konflik berkepanjangan. WHO sebelumnya menyebut hanya sekitar 60 persen fasilitas kesehatan di Yaman yang berfungsi penuh.

Kemampuan fasilitas kesehatan untuk menangani bedah trauma, transfusi darah, serta layanan perawatan intensif juga masih sangat terbatas.

“Sembilan fasilitas atau aset medis kini rusak atau tidak dapat beroperasi, dan sebagian besar berada di dekat wilayah Taiz, Lahij, dan Al Hudaydah,” ujar Heinzelmann.

Dana Penanganan Wabah Masih Terbatas

Heinzelmann mengatakan WHO membutuhkan dana sebesar 9 juta dolar AS atau sekitar Rp161 miliar untuk mendukung upaya penanganan kondisi kesehatan darurat di Yaman.

Namun, hingga saat ini baru sekitar 2 juta dolar AS atau sekitar Rp35,9 miliar yang telah diterima.

Keterbatasan pendanaan tersebut menambah tantangan bagi upaya pengendalian penyakit menular sekaligus penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak konflik.

WHO dalam seruannya untuk Yaman pada 2026 menyebut negara tersebut menghadapi krisis kemanusiaan yang sangat berat akibat konflik berkepanjangan, keruntuhan ekonomi, kerawanan pangan, wabah penyakit berulang, dan tekanan lainnya.

Konflik Perburuk Krisis Kesehatan Yaman

Situasi keamanan di Yaman kembali bergejolak pada pertengahan Juli setelah pasukan pro-pemerintah menyerang Bandar Udara Sanaa ketika sebuah pesawat dari Iran yang membawa delegasi pemimpin Houthi sedang mendarat.

Kelompok Houthi menyalahkan Arab Saudi atas serangan tersebut dan menyatakan perang terhadap Riyadh. Houthi juga menyatakan akan terus melakukan perlawanan hingga blokade terhadap wilayah-wilayah yang mereka kuasai dicabut.

Perkembangan konflik tersebut turut meningkatkan tekanan terhadap masyarakat sipil. WHO sebelumnya memperingatkan bahwa eskalasi kekerasan telah meningkatkan korban dan pengungsian serta semakin membebani sistem kesehatan Yaman yang sudah rapuh. Hampir 20 juta orang di negara tersebut membutuhkan bantuan kesehatan.

Di tengah kondisi itu, WHO memperingatkan risiko penyebaran penyakit semakin besar, terutama di komunitas pengungsi yang hidup dalam kondisi padat dengan akses terbatas terhadap air bersih dan sanitasi.

WHO juga terus mendukung Kementerian Kesehatan Yaman melalui penyediaan pasokan medis darurat dan penguatan kapasitas respons terhadap wabah.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *