JAKARTA – Popok yang terlalu lama digunakan dapat meningkatkan risiko iritasi kulit bayi, terutama jika sudah penuh atau lembap. Dokter spesialis kulit menyarankan orang tua mengganti popok sekitar empat jam sekali dan segera menggantinya setiap kali bayi buang air besar (BAB).
Dokter spesialis dermatologi venereologi dan estetika subspesialis dermatologi anak, dr. Triana Agustin, SpDVE, SubSp DA, mengatakan kulit bayi lebih tipis dan sensitif dibandingkan kulit orang dewasa. Karena itu, kebersihan dan kenyamanan kulit perlu diperhatikan, terutama pada area yang tertutup popok.
“Kulit bayi lebih tipis dan terus mengalami perkembangan sehingga sensitif. Penting melakukan perawatan kulit yang baik dan benar agar fungsi kulit tidak terganggu dan tetap baik,” kata Triana dalam peresmian Merries Flagship Store di Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 28 September.
Dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah itu menjelaskan, popok bersentuhan langsung dengan kulit bayi hampir sepanjang hari. Kondisi lembap dan gesekan selama pemakaian dapat meningkatkan risiko iritasi.
“Pemilihan popok bayi penting karena popok dipakai lama, kontak hampir 24 jam dengan kulit bayi. Kondisi lembap dan gesekan rawan menyebabkan iritasi kulit bayi,” ujarnya.
Triana menyebut kemampuan menyerap cairan sebagai salah satu hal utama yang perlu diperhatikan saat memilih popok. Daya serap yang baik membantu menjaga kulit bayi tetap kering.
Namun, kemampuan popok menyerap cairan tetap harus diimbangi dengan kebiasaan menggantinya secara teratur.
“Hal utama yang perlu diperhatikan dalam memilih popok adalah kemampuan popok dalam menyerap air sehingga kulit terlindungi, selain itu perlu didukung oleh kebersihan area popok dengan mengganti popok secara berkala. Kalau penuh atau BAB harus segera diganti,” katanya.
Triana menyarankan popok diganti sekitar empat jam sekali. Jika sudah penuh atau bayi baru saja BAB, orang tua sebaiknya tidak menunggu hingga jadwal penggantian berikutnya.
Ia juga menyinggung kebiasaan orang tua di Jepang yang menurutnya cenderung langsung mengganti popok setelah bayi buang air kecil.
Terkait pemilihan produk, Triana menyebut studi Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi Venereologi dan Estetika Indonesia (Perdoski) yang membandingkan popok berdaya serap tinggi dengan popok standar.
Menurutnya, studi tersebut menunjukkan penggunaan popok Merries berdaya serap tinggi dapat membantu mempertahankan kondisi kulit bayi tanpa iritasi dibandingkan popok standar. Namun, keterangan yang disampaikan tidak merinci jumlah peserta maupun metode penelitian tersebut.
Triana menyarankan orang tua mempertimbangkan kebersihan, kenyamanan, daya serap, dan pengujian klinis saat memilih popok bayi.
Edukasi kesehatan kulit tersebut disampaikan dalam peresmian Merries Flagship Store di Toko Raja Susu, Meruya, Jakarta Barat. Dalam kegiatan yang sama, Merries memberikan bantuan kepada 24 posyandu di Meruya Selatan dan Joglo berupa 28.800 popok bayi, timbangan, serta alat pengukur tinggi badan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
