AS dan Iran akan Menggelar Pembicaraan Terpisah dengan Mediator


JAKARTA – Mediator dari Qatar kemungkinan akan mengadakan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di New York dan secara terpisah dengan pihak Amerika Serikat pada Hari Senin atau Selasa, kata seorang pejabat yang mengetahui perihal negosiasi tersebut kepada Reuters, sebagai upaya baru untuk mengakhiri perang.

Pembicaraan tersebut diperkirakan akan berfokus pada versi revisi dari proposal tujuh hari yang diajukan Iran pekan lalu di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB, kata pejabat yang berbicara dengan syarat anonimitas tersebut, melansir Al Arabiya dari Reuters (28/9).

Sementara itu, Menlu Araghchi masih berada di New York setelah menghadiri Sidang Majelis Umum. Belum diketahui secara pasti siapa yang akan mewakili pihak AS dalam pembicaraan dengan para penengah tersebut.

Kantor berita semi-resmi Iran, ISNA, kemudian mengonfirmasi bahwa Araghchi akan bertemu dengan para penengah di Amerika Serikat pada Senin pagi waktu New York.

Kedua belah pihak akan “mengkaji proposal dan pandangan terkini mengenai situasi saat ini,” tambah ISNA.

Rencana tujuh hari Iran tersebut mencakup penghentian segala permusuhan di Iran dan Lebanon, pencairan aset Iran senilai miliaran dolar, penghentian sanksi terhadap minyak Iran, serta pencabutan blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran.

Tehran kemudian akan mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz, dan kedua belah pihak juga akan melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir Iran.

Sabtu lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan telah menolak proposal Iran, seraya menyebutkan Tehran menginginkan kesepakatan cepat karena tekanan ekonomi berat yang sedang mereka hadapi.

Sehari kemudian Ia mengatakan kepada Axios, Ia memperkirakan para negosiator AS akan melakukan pembicaraan lebih lanjut pekan ini.

Menlu Araghchi pada Hari Minggu mengatakan pihak penengah belum secara resmi menyampaikan penolakan AS kepada Tehran, menegaskan Iran sedang menunggu sikap pasti Washington sebelum memutuskan langkah selanjutnya.

“Syarat-syarat kami jelas, dan setiap langkah menuju pembukaan kembali Selat Hormuz bergantung pada dipenuhinya syarat-syarat tersebut,” ujarnya pada Hari Minggu, seraya menambahkan bahwa hanya solusi melalui perundingan yang dapat memecahkan kebuntuan ini.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *