Ultraviolette Targetkan Masuk AS pada 2027, CEO Intel Ikut Investasi


JAKARTA – Produsen motor listrik asal India, Ultraviolette, menargetkan memasuki pasar Amerika Serikat pada 2027 setelah mendapatkan pendanaan baru sebesar US$85 juta atau sekitar Rp1,53 triliun. Pendanaan tersebut dipimpin Yali Capital dan TDK Ventures, dengan CEO Intel, Lip-Bu Tan, turut berinvestasi secara pribadi sekaligus bergabung sebagai penasihat Ultraviolette.

Langkah tersebut menjadi bagian dari rencana Ultraviolette untuk memperluas produksi, mengembangkan produk baru, dan memperkuat ekspansi internasional. Perusahaan saat ini telah memasarkan sepeda motor listriknya di India dan 20 negara Eropa.

Lip-Bu Tan, yang juga menjabat sebagai ketua perusahaan investasi Walden International, bergabung sebagai penasihat setelah melakukan investasi pribadi dalam putaran pendanaan terbaru Ultraviolette.

Dana US$85 juta tersebut akan digunakan untuk meningkatkan produksi model F77 dan X-47 yang sudah tersedia, sekaligus mendukung peluncuran skuter Tesseract serta motor enduro Shockwave. Ultraviolette juga akan menggunakan pendanaan tersebut untuk mengembangkan generasi berikutnya dari platform kendaraan listrik.

Perusahaan mengembangkan sendiri sejumlah teknologi utama kendaraannya, termasuk baterai, elektronika daya, arsitektur kendaraan, dan perangkat lunak. Sistem baterai Ultraviolette mencakup berbagai arsitektur dengan rentang tegangan mulai 48 volt hingga 400 volt.

Ultraviolette menyebut Amerika Serikat sebagai salah satu tujuan ekspansi berikutnya dengan target peluncuran pada 2027. Selain Amerika Serikat, perusahaan juga memasukkan Amerika Latin dan Asia Tenggara dalam daftar wilayah ekspansi.

Rencana tersebut akan memperluas kehadiran internasional Ultraviolette setelah sebelumnya memasuki pasar Eropa. Perusahaan saat ini disebut telah menjual produknya di 20 negara Eropa, selain pasar domestiknya di India.

Namun, rencana memasuki Amerika Serikat akan menghadirkan sejumlah tantangan. Ultraviolette perlu memenuhi persyaratan regulasi setempat, membangun jaringan distribusi, menyediakan layanan purnajual, memastikan ketersediaan suku cadang, serta menentukan harga yang sesuai untuk pasar tersebut.

Perusahaan juga perlu memperluas kapasitas produksinya untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Ultraviolette sebelumnya mengumumkan pembangunan fasilitas manufaktur baru di India yang secara bertahap dapat mendukung kapasitas produksi hingga 500.000 kendaraan per tahun.

Kapasitas 500.000 kendaraan per tahun tersebut merupakan kapasitas yang direncanakan, bukan angka produksi yang telah dicapai saat ini. Reuters sebelumnya melaporkan Ultraviolette berencana menginvestasikan sekitar US$81 juta atau sekitar Rp1,46 triliun untuk fasilitas tersebut seiring dengan rencana perusahaan mengembangkan produk dengan volume produksi lebih tinggi.

Saat ini, F77 dan X-47 menjadi bagian dari jajaran motor listrik yang dikembangkan Ultraviolette. Perusahaan juga tengah menyiapkan Tesseract sebagai skuter listrik serta Shockwave sebagai model enduro.

Ekspansi tersebut berlangsung ketika Ultraviolette meningkatkan pengembangan teknologi kendaraan listrik secara internal. Perusahaan menyatakan kemampuan teknologinya mencakup sistem baterai, elektronika daya, arsitektur kendaraan, hingga perangkat lunak.

Dengan tambahan pendanaan dan kapasitas produksi yang sedang disiapkan, Ultraviolette menargetkan dapat memperluas jangkauan produknya di luar India dan Eropa. Amerika Serikat menjadi salah satu pasar yang dituju dengan target peluncuran pada 2027.

Meski demikian, Ultraviolette belum mengungkapkan secara rinci model yang akan dibawa ke Amerika Serikat, harga jual, jaringan distribusi, maupun jadwal penjualan untuk pasar tersebut. Target 2027 yang disampaikan perusahaan masih merupakan rencana ekspansi dan bukan konfirmasi bahwa seluruh proses pemasaran telah selesai.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *