Addie MS Rilis Ulang Lagu Sendiri Milik Chrisye Sekaligus Kenang Sosok Guruh Sukarnoputra


JAKARTA – Musisi kawakan Addie MS akhirnya bisa bernapas lega setelah merilis ulang versi baru dari lagu legendaris “Sendiri” karya Guruh Sukarnoputra yang dipopulerkan Chrisye pada 1984. Peluncuran versi 2026 ini menjadi penuntas rasa bersalah dan keresahan batin yang dipendamnya selama lebih dari empat dekade.

Addie menceritakan bahwa sejak awal lagu tersebut diedarkan puluhan tahun silam, ada rasa ganjil yang terus mengusik nuraninya terkait perimbangan tata suara antara instrumen dengan vokal mendiang Chrisye.

“Tahun demi tahun sampai puluhan tahun, sampai 42 tahun, kok saya masih gatal gitu. ‘Ini kenapa sih? Bikin penasaran gitu.’ Saya merasa, enggak tahu benar apa salah, karena ini masalah taste, gaya, enggak ada benar atau salah, ya selera. Buat saya piano saya itu, kan di lagu Sendiri hanya bunyi piano terus hiasannya english horn kan,” ujar Addie MS saat jumpa pers di Jakarta Selatan, Selasa, 30 September.

Menurut pendiri Twilite Orchestra tersebut, permainan pianonya kala itu terdengar terlalu dominan sehingga mengaburkan kemurnian karakter vokal sang legenda.

“Nah, piano saya itu yang mengiringi itu menurut saya kekerasan. Terlalu keras, terlalu ganggu vokal. Jadi saya kasihan si vokalnya kayak diiringi pop, diiringi piano, tapi pianonya itu kadang-kadang di bagian-bagian tertentu kayak mengganggu vokal gitu ya,” lanjutnya.

Perasaan mengganjal itu bahkan dirasakannya sebagai beban moral yang harus ia benahi sebelum menutup usia kelak.

“Saya merasa dosa sama almarhum Chrisye, meskipun itu kan porsi sound engineering balance di mixing, bukan di aransemen lagi. Nah, sejak itu saya bercita-cita sebelum saya mati nih saya mesti benerin ini gitu. Kalau enggak nih saya ninggalin legasi, bagian legasi yang membuat saya enggak tenang,” tutur Addie.

Peluang perbaikan itu mulai terbuka saat Addie mencurahkan isi hatinya kepada kawan lama yang dipercaya menangani proses mastering di Musica Studio’s, Teddy Riadi.

“Nah saya curhat sama Teddy, ‘Gimana ya? Aku ngeganjel gini.’ Ya udah Teddy inisiatif gimana-gimana nanya ke Bu Acin apakah boleh ini apa, masternya saya pinjam. Jadi master itu kan isinya bahan baku kayak piano sendiri, vokal sendiri, yang belum dimixing. Keras pelannya gitu semua belum diatur,” paparnya.

Mendapat izin meminjam berkas rekaman mentah tersebut, Addie lantas memutuskan untuk meracik ulang tata suara secara mandiri di kediaman pribadinya.

“Saya bawa ke rumah, saya mixing sendiri di rumah. Ngutak-ngatik beberapa hari, laras, simpel gitu, cuma saking ngerasa berdosa jadi beberapa jam, beberapa hari gitu. Terus udah, akhirnya selesai,” ungkap musisi kelahiran 1959 tersebut.

Addie tak memungkiri bahwa proses bongkar-pasang audio ini diselimuti suasana magis nan mengharukan karena dikerjakan di tengah keheningan malam sembari mengenang dua sosok idolanya.

“Saya kan kalau bekerjanya lebih banyak jam 12 malam ke atas sampai pagi. Nah dalam keheningan itu saya kerja, saya dengar suara orang yang, ya kan, Chrisye udah enggak ada kan ya. Saya enggak tahu merasa ini Chrisye lagi di dekat saya nggak ya? Menikmati ini lagi gitu ya. Enggak tahu, bayang-bayang 42 tahun yang lalu tuh keluar gitu,” kenangnya emosional.

Pada awalnya, Addie mengaku sama sekali tidak memiliki niatan komersial untuk menerbitkan ulang hasil olah suaranya tersebut ke pasar musik luas.

“Nah mungkin buat saya ini lebih baik, tapi mungkin ada yang suka yang lama ya silakan, tapi yang penting saya udah plong gitu kan. Saya kasih ke Teddy, selesai. Saya enggak kepikir dirilis ulang atau apa-apa gitu ya. Pokoknya saya udah, hah, selesai,” akunya jujur.

Namun, pihak Musica Studio’s justru melihat potensi besar untuk mengemas ulang karya monumental tersebut sebagai proyek pelestarian legasi yang utuh hingga dibuatkan video musik.

“Enggak tahunya, Ibu Acin dengan Musica selalu serius melihat karya-karya… selalu melihat dari dimensi bisnisnya, biar apa scale up-nya yang untuk mempertahankan jadi legasi yang baik untuk pengemasannya. Jadilah ini direncanakan nanti dikemas ulang, dirilis, terus bikin video klip,” jelas Addie.

Produser Musica Studio’s, Indrawati Widjaja (Bu Acin), menegaskan bahwa seluruh karya Guruh memiliki standar estetika dan nilai artistik yang luar biasa tinggi sehingga pantas dirawat secara berkelanjutan.

“Buat saya karyanya Mas Guruh tuh semuanya kalau boleh dibilang sangat luar biasa. Dan jadi kita garapnya serius deh kalau kita mau ngedarin kembali,” ungkap Bu Acin.

Bu Acin pun mengenang keintiman kerjasamanya dengan Guruh puluhan tahun silam saat mereka kerap mendiskusikan calon penyanyi yang paling pas untuk melantunkan lagu-lagunya.

“Mas Guruh misalnya ada lagu yang bagus cocok buat siapa juga kita selalu berdiskusi. ‘Wah ini kelihatannya cocok banget nih kalau buat Chrisye,’ gitu. Jadi memang lagu-lagu karyanya Mas Guruh banyak selalu diberikan melalui aku dulu gitu, lalu kita bersama-sama memilih siapa yang lebih tepat,” terangnya.

Peluncuran “Sendiri” versi 2026 ini pun akhirnya menjadi bentuk penghormatan terakhir yang agung bagi perjalanan spiritual Guruh Sukarnoputra dan Chrisye.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *