Jutaan Pengguna AS Disebut Terancam VPN Bermasalah di App Store


JAKARTA – Jutaan pengguna di Amerika Serikat disebut berisiko menggunakan layanan VPN yang mengumpulkan data pribadi. Penelitian Proton terhadap lebih dari 7.000 aplikasi VPN menemukan 85 persen aplikasi yang diunduh di AS memiliki pelacak, sementara 25 persen di antaranya disebut melacak lokasi pengguna.

Penelitian tersebut dilakukan Proton menggunakan data unduhan dari AppTweak yang dikumpulkan pada Mei serta jumlah pelacak dari Exodus Privacy. Survei yang berlangsung selama beberapa bulan itu ditujukan untuk melihat praktik privasi pada berbagai aplikasi VPN yang tersedia untuk perangkat seluler.

VPN atau jaringan privat virtual pada dasarnya dirancang untuk mengenkripsi lalu lintas internet dan membantu menyembunyikan aktivitas pengguna dari pihak lain. Namun, penelitian Proton menunjukkan sebagian aplikasi VPN justru memiliki pelacak yang dapat mengumpulkan informasi mengenai penggunanya.

Data yang dikumpulkan pelacak tersebut antara lain identitas perangkat, model perangkat, jenis jaringan, nama operator seluler, serta informasi lainnya. Menurut penelitian tersebut, pengumpulan sejumlah data secara bersamaan dapat memungkinkan informasi pengguna dikelompokkan dan dikaitkan dengan identitas tertentu.

Penelitian Proton juga menemukan 64 aplikasi VPN yang menggunakan pelacakan lokasi melalui GPS atau data geolokasi. Beberapa aplikasi populer yang disebut dalam penelitian tersebut antara lain VPN Proxy Master, VPN-Fast, VPN Super, dan X-VPN.

Proton menyatakan kondisi tersebut bertentangan dengan tujuan utama penggunaan VPN. Ketika VPN aktif, lalu lintas internet pengguna seharusnya dienkripsi sehingga aktivitas pengguna tidak mudah diketahui oleh penyedia layanan internet maupun pihak lain.

Penelitian itu juga menyoroti kepemilikan sejumlah aplikasi VPN. Dari aplikasi yang diteliti, 64 disebut dimiliki perusahaan asal China. Proton menyatakan perusahaan yang beroperasi di China dapat diwajibkan menyediakan data pengguna kepada pemerintah berdasarkan permintaan. Dari jumlah tersebut, 31 aplikasi disebut menyamarkan keterkaitannya dengan China melalui perusahaan cangkang.

Temuan tersebut menjadi perhatian karena penggunaan VPN terus meningkat. Dalam materi penelitian yang dikutip dari AppleInsider, diperkirakan sekitar sepertiga masyarakat Amerika Serikat menggunakan VPN dalam aktivitas sehari-hari.

Proton juga menyatakan bahwa keberadaan pelacak dalam aplikasi VPN dapat menjadi masalah privasi karena layanan tersebut seharusnya memberikan lapisan perlindungan terhadap aktivitas pengguna. Namun, temuan penelitian ini merupakan hasil analisis Proton terhadap aplikasi yang diteliti dan tidak berarti seluruh layanan VPN memiliki praktik yang sama.

Apple juga menjadi bagian dari sorotan dalam laporan tersebut. Proton mempertanyakan pengawasan terhadap aplikasi VPN yang tersedia melalui App Store, terutama karena Apple selama ini menempatkan perlindungan privasi pengguna sebagai salah satu bagian penting dari kebijakan platformnya.

Di sisi lain, materi sumber merupakan konten bersponsor yang mempromosikan Proton VPN sebagai alternatif. Proton menyatakan layanannya menerapkan kebijakan tanpa pencatatan aktivitas pengguna dan menggunakan perangkat lunak sumber terbuka yang dapat diaudit.

Proton VPN juga disebut berbasis di Swiss dan menawarkan layanan berbayar serta versi gratis. Dalam penawaran yang tercantum pada materi sumber, paket berlangganan tertentu ditawarkan dengan harga mulai US$2,99 per bulan atau sekitar Rp53.783 per bulan berdasarkan kurs Rp17.987,49 per dolar AS.

Versi gratisnya disebut memungkinkan satu koneksi dan menyediakan akses ke sekitar 2.000 server di 10 negara, tetapi memiliki keterbatasan dibandingkan layanan berbayar, termasuk dukungan untuk streaming, klien torrent, pemblokir iklan, dan perlindungan terhadap perangkat lunak berbahaya.

Temuan penelitian tersebut menunjukkan bahwa pengguna VPN perlu memperhatikan praktik pengumpulan data sebuah layanan sebelum menggunakannya. Keberadaan aplikasi di App Store tidak dengan sendirinya berarti sebuah layanan VPN bebas dari praktik pelacakan atau pengumpulan data pengguna.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *