JAKARTA – Sebanyak 814 peserta mengikuti Kita Cinta Lagu Anak Indonesia (KILA) 2026. Dari ratusan peserta tersebut, lagu Jaga Bumi Kita keluar sebagai juara lomba cipta lagu, sedangkan penyanyi cilik asal Kalimantan Barat, Jolly Jeanne, merebut juara pertama lomba menyanyi.
Para pemenang tampil dalam rangkaian Pentas KILA 2026 yang digelar Kementerian Kebudayaan di Amfiteater Taman Bendera Pusaka, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu, 27 September. Kegiatan ini sekaligus menjadi panggung bagi lagu-lagu baru yang ditujukan kepada anak Indonesia.
Berdasarkan keterangan Kementerian Kebudayaan, KILA tahun ini menerima 971 pendaftar baru. Sebanyak 814 di antaranya tercatat sebagai peserta resmi, terdiri atas 168 peserta lomba cipta lagu dan 646 peserta lomba menyanyi untuk anak usia 5–13 tahun.
Dari proses seleksi, terpilih enam lagu terbaik dan 30 peserta terbaik lomba menyanyi. Para finalis menyanyi kemudian mengikuti audisi secara langsung dan daring pada 26 September untuk menentukan pemenang.
Lagu Jaga Bumi Kita ciptaan Michael Soerjonoto, Joan Mercy T, dan Ignatius Marvin K meraih juara pertama lomba cipta lagu. Posisi berikutnya ditempati Jaga Bumi karya Ari Fatmawati dan Payung Raksasa karya Alan Wijanarko. Sementara itu, Kerbau Lucu ciptaan Alfian Ghoffar Alam terpilih sebagai juara favorit.
Pada lomba menyanyi, Jolly Jeanne dari Kalimantan Barat menjadi juara pertama. Putu Pradnya Ananta Putra dari Bali meraih posisi kedua, disusul Naiya Naqqiya dari DI Yogyakarta. Penghargaan favorit diberikan kepada Ilona Zea Karaleah dari DKI Jakarta.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan lagu anak memiliki peran penting dalam memperkenalkan bahasa dan budaya sejak dini. Lirik dan irama yang sederhana juga membantu anak membangun kedekatan emosional dengan musik.
“Lagu anak-anak merupakan satu perpaduan dari kesederhanaan, rimanya sederhana, dan ada koneksi emosi yang dijalin untuk memberikan pengenalan awal terhadap bahasa dan budaya, serta terutama untuk kesenangan dan kebahagiaan anak-anak,” kata Fadli.
Menurutnya, lagu anak dapat memperkenalkan keragaman budaya Indonesia sekaligus memberikan ruang bagi anak untuk mengenal nilai-nilai positif melalui musik.
Kementerian Kebudayaan berupaya menambah karya lagu anak dan memperluas kesempatan bagi penyanyi cilik untuk tampil. Salah satunya melalui KILA, program tahunan yang telah berlangsung sejak 2020.
“Melalui program KILA, Kementerian Kebudayaan berkomitmen menghidupkan kembali lagu-lagu anak Indonesia yang bermakna, mendidik sekaligus membentuk karakter,” ujar Fadli.
Pentas tahun ini menghadirkan para Duta KILA yang membawakan lagu dolanan, persahabatan, lingkungan, hingga cinta Tanah Air. Beberapa lagu yang ditampilkan antara lain Ayo Jujur, Main Petak Umpet, Cinta Semua Temanku, Berteman Itu Indah, dan Bersatu Dalam Perbedaan.
Sejak pertama kali diselenggarakan, KILA telah menghasilkan sejumlah penyanyi cilik yang kemudian menjadi Duta KILA. Saat ini terdapat 36 Duta KILA yang tersebar di berbagai provinsi.
Sejumlah Duta KILA juga telah mencatatkan prestasi internasional, termasuk menjuarai San Remo Junior 2025 dan terpilih mewakili Indonesia dalam V International Children’s Cultural Forum 2026 di Moskow, Rusia.
Selain lomba dan pertunjukan, KILA mengembangkan program pembelajaran melalui Akademi KILA bagi anak-anak serta lokakarya untuk guru yang mulai dilaksanakan pada 2025.
Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan Irini Dewi Wanti berharap dukungan orang tua, guru, dan berbagai pihak dapat memperluas kesempatan anak-anak mengembangkan bakat bermusik.
“Semoga kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan ruang bagi anak-anak untuk berkarya,” kata Irini.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
