Mauritius Tolak Pendaratan Pesawat dari Israel, Operator Tur Sebut Alasan Politik


JAKARTA – Penerbangan Air Seychelles dari Israel menuju Mauritius dibatalkan setelah negara kepulauan di Samudra Hindia itu tidak memberikan izin pendaratan, Sabtu, 26 September. Operator tur asal Israel, Spirit World Productions, menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan pertimbangan politik dan diplomatik.

Menurut Anadolu Agency, disitat Minggu, 27 September yang mengutip media Israel Ynet, pesawat tersebut sedianya berangkat menuju Mauritius pada Sabtu. Namun, upaya mendapatkan izin pendaratan tidak membuahkan hasil hingga penerbangan akhirnya dibatalkan.

Spirit World Productions, perusahaan yang menyelenggarakan perjalanan itu, mengatakan penerbangan tersebut sebenarnya telah memperoleh persetujuan beberapa bulan sebelumnya.

Perusahaan mengaku mendapat informasi bahwa penolakan izin pendaratan didasarkan pada “pertimbangan politik dan diplomatik”.

Namun, pemerintah Mauritius belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan penolakan tersebut.

Sementara itu, sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada stasiun televisi Israel, Channel 12, bahwa keputusan Mauritius berkaitan dengan ketidakhadiran delegasi negara itu ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berpidato dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini.

Keterangan tersebut belum mendapat konfirmasi dari otoritas Mauritius.

Spirit World Productions menyatakan sedang bekerja sama dengan Air Seychelles dan pihak berwenang untuk mengatur penanganan penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *