BI Dorong Penguatan Talenta Digital untuk Percepat Transformasi Ekonomi


JAKARTA – Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) menegaskan pentingnya penguatan talenta digital sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi ekonomi dan keuangan digital nasional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta mengatakan transformasi digital tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur dan inovasi teknologi, namun penguatan sumber daya manusia juga diperlukan agar transformasi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

“Sinergi yang terbangun selama FEKDI x IFSE 2026 menunjukkan bahwa transformasi ekonomi dan keuangan digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan inovasi teknologi, tetapi juga membutuhkan talenta-talenta unggul yang mampu menjadi motor penggerak perubahan,” ujarnya dalam keterangannya, dikutip Minggu, 27 September.

FEKDI x IFSE 2026 mencatat sejumlah capaian dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital seperti mempertemukan otoritas, pelaku industri, dan pemangku kepentingan, serta dihadiri sekitar 30.000 pengunjung secara daring maupun luring.

Selain itu, penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 menghadirkan lebih dari 30 seminar dan talkshow yang melibatkan lebih dari 40 institusi serta 50 ahli dan praktisi di bidang ekonomi dan keuangan digital, serta juga memfasilitasi lebih dari 340 agenda business and talent matching.

Menurut BI, capaian tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong inovasi, mengembangkan talenta, serta memperkuat konektivitas dan ekosistem ekonomi keuangan digital Indonesia.

FEKDI x IFSE 2026 turut memperkuat arah kebijakan nasional dalam memperluas konektivitas sistem pembayaran dan ekonomi digital antarnegara serta upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pembayaran digital.

Salah satu langkah yang diperkenalkan adalah inisiasi konektivitas QRIS Antarnegara antara Indonesia-Hong Kong dan Indonesia-Timor Leste yatu BI menilai perluasan kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat keterhubungan ekosistem digital di tingkat regional dan global.

Selain itu, pada hari ketiga penyelenggaraan, BI memperkuat inisiasi Indonesia Travel Pack yaitu solusi tersebut disiapkan untuk menjawab kebutuhan wisatawan mancanegara dari negara-negara yang belum masuk dalam cakupan QRIS Antarnegara.

Melalui Indonesia Travel Pack, wisatawan diharapkan dapat melakukan transaksi selama berada di Indonesia dengan menggunakan solusi pembayaran yang aman dan efisien.

Rangkaian FEKDI x IFSE 2026 juga memperkuat pembahasan mengenai pentingnya kebijakan yang terintegrasi, infrastruktur yang andal, tata kelola yang baik, serta kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat digitalisasi.

Pada hari pertama, BI bersama kementerian/lembaga dan pemerintah daerah menggelar dialog strategis serta Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPID/TPIP) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD).

Sinergi tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mempercepat digitalisasi daerah sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara pada hari kedua, FEKDI x IFSE 2026 menyoroti pengembangan talenta digital dan inovasi. Sejumlah program seperti Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) Digital Talent Expo, Business and Talent Matching, PIDI Hall of Fame, serta selebrasi talenta digital terbaik menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Program tersebut menjadi bentuk kolaborasi triple helix antara pemerintah, industri, dan akademisi dalam mendorong ketersediaan talenta digital nasional.

BI menilai pengembangan talenta menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan sumber daya manusia yang mampu merancang, membangun, sekaligus menjaga ekosistem ekonomi dan keuangan digital secara mandiri.

BI Beri Penghargaan QJI 2026

Dalam penutupan FEKDI x IFSE 2026, BI juga memberikan penghargaan kepada para pemenang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi generasi muda dalam memperluas literasi dan akseptasi pembayaran digital, sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner Indonesia melalui konten digital kreatif.

“Melalui QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, kami berharap generasi muda dapat terus berperan dalam memperluas akseptasi pembayaran digital sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner nusantara kepada masyarakat secara lebih luas. Semangat perluasan akseptasi QRIS ini juga sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas melalui perluasan kerja sama QRIS Antarnegara,” kata Filianingsih.

BI turut memberikan penghargaan QRIS STAR kepada merchant kuliner yang berpartisipasi dalam QJI 2026 dan penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain peringkat dan jumlah ulasan Google Review serta volume transaksi menggunakan QRIS.

Hasil penilaian tersebut menghasilkan merchant QRIS STAR terbaik di masing-masing Kantor Perwakilan Dalam Negeri BI atau kategori Silver Merchant, serta tingkat wilayah atau Gold Merchant.

Filianingsih mengatakan seluruh rangkaian FEKDI x IFSE 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi, mendorong inovasi, dan mencetak talenta digital yang memiliki daya saing global.

Menurutnya, kolaborasi yang dibangun tidak hanya melibatkan BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia.

Ia berharap semangat kolaborasi yang terbentuk selama FEKDI x IFSE 2026 dapat terus berlanjut dalam bentuk aksi nyata untuk menciptakan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang inklusif serta memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *