Tunisia Lirik Potensi NTB, Gubernur Iqbal Buka Peluang Investasi hingga Pertukaran Mahasiswa


JAKARTA — Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal membuka peluang lebih luas bagi investasi asal Tunisia untuk masuk ke NTB.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Tunisia untuk Indonesia Mohamed Trabelsi, Iqbal memaparkan potensi daerah sekaligus ekosistem yang disiapkan untuk menjembatani investor dengan berbagai peluang investasi di NTB.

Salah satunya melalui NTB Capital, holding company daerah yang disiapkan untuk membantu investor masuk dan mengembangkan investasi di NTB. Instrumen tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov NTB mempertemukan aset dan potensi ekonomi daerah dengan modal serta jejaring investasi dari luar.

“Ini memang diniatkan untuk membantu para investor yang masuk. Beliau juga mengajak berbicara mengenai beasiswa dan keinginan beliau memfasilitasi beasiswa ke Tunisia. Dan kita juga menawarkan kalau pihak Tunisia ingin mendalami penyakit-penyakit tropis, karena kedokteran kita cukup bagus di isu-isu tropis dan maritim,” kata Iqbal.

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang berpeluang dikembangkan bersama.

Kedua pihak membahas pengembangan Muslim-Friendly Tourism, termasuk peluang memperkuat promosi dan pengembangan kawasan Lombok bagian utara.

Sejumlah destinasi ikut dibicarakan, mulai dari Senggigi, Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Air, Gili Kondo, Gunung Rinjani hingga Sembalun.

Potensi yang ditawarkan NTB tidak hanya destinasi wisata. Produk lokal juga mendapatkan perhatian, termasuk kopi NTB.

Pertemuan tersebut diarahkan berlanjut ke pembahasan yang lebih teknis agar potensi promosi dan kerja sama yang telah dipetakan dapat dikembangkan lebih konkret.

Dubes Trabelsi melihat ruang kerja sama Tunisia dengan NTB masih terbuka di berbagai sektor.

Selain investasi dan pariwisata, pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu peluang kerjasama potensial.

Negara di benua Afrika tersebut menawarkan 80 beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Apalagi, di sektor pendidikan, Tunisia dikenal kuat dalam bidang pendidikan dan industri seperti teknik, teknologi digital, kesehatan hingga pertanian.

“NTB punya banyak bidang yang berpotensi untuk dikerjasamakan, mulai dari pertambangan, pariwisata, serta pengembangan sumber daya manusia. Tunisia banyak menerima mahasiswa dari Indonesia karena kami menawarkan 80 beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Ke depannya kita akan meningkatkan kerja sama khususnya di pertukaran mahasiswa,” kata Trabelsi.

Iqbal juga menawarkan NTB sebagai ruang kolaborasi untuk pengembangan penelitian mengenai penyakit tropis dan maritim.

“Ini kita konkretkan agar tidak hanya berhenti pada hubungan diplomatik, tetapi berkembang menjadi akses investasi, pasar, pendidikan dan pertukaran pengetahuan yang dapat memberikan manfaat bagi daerah,” kata Iqbal.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *