JAKARTA – Malaysia menargetkan investasi sebesar 500 miliar ringgit atau sekitar Rp2,1 kuadriliun di industri semikonduktor pada 2030. Untuk mendukung target tersebut, pemerintah setempat menyiapkan tenaga terampil melalui reformasi pendidikan vokasi yang diarahkan pada industri cip, kecerdasan buatan (AI), dan energi terbarukan.
Antara, disitat Sabtu, 26 September yang mengutip Anadolu Agency, menyebut, Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan target tersebut dalam acara WorldSkills di Shanghai, China, Rabu, 23 September. Malaysia berupaya memperkuat posisinya dalam industri manufaktur berteknologi tinggi.
Anwar mengatakan tahap berikutnya dari reformasi pendidikan dan pelatihan teknik serta kejuruan Malaysia, yang dikenal sebagai TVET 2.0, akan mempererat hubungan antara perusahaan dan lembaga pelatihan.
Melalui program tersebut, Malaysia ingin mempercepat penyiapan tenaga kerja untuk industri semikonduktor, AI, dan energi terbarukan.
Anwar menekankan pentingnya tenaga teknis dalam mendukung industri modern, termasuk menjaga operasional pabrik semikonduktor dan kendaraan listrik.
“Ekonomi modern tidak dapat berjalan tanpa teknisi yang menjaga agar jalur produksi semikonduktor tetap berjalan atau memastikan produksi kendaraan listrik beroperasi sesuai jadwal,” kata Anwar.
Untuk mendukung pengembangan tenaga terampil, Malaysia juga memanfaatkan kemitraan strategis komprehensif dengan China. Menurut Anwar, kerja sama kedua negara telah memperluas peluang pendidikan dan pelatihan teknik serta kejuruan.
Malaysia juga menjalankan agenda regional pengembangan lapangan kerja ramah lingkungan. Program tersebut ditujukan untuk mempersiapkan tenaga kerja Asia Tenggara menghadapi perubahan menuju ekonomi yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, Malaysia mendorong pengakuan kualifikasi teknis antarnegara melalui program percontohan ASEAN Digital Skills Passport.
Program ini menjadi bagian dari upaya mempermudah pengakuan keterampilan tenaga kerja lintas negara di kawasan ASEAN.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
