JAKARTA – Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengingatkan konsekuensi nyata kenaikan permukaan laut terhadap masyarakat, sehingga perlu respons berbasis data dan menurunkan emisi.
Hal tersebut disampikan Menlu Sugiono dalam High-level Meeting to Address the Existential Threats Posed by Sea-level Rise di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (24/9).
“Setiap milimeter kenaikan permukaan laut membawa konsekuensi nyata bagi masyarakat. Ini berarti hilangnya tempat tinggal dan mata pencaharian masyarakat,” tegas Menteri Luar Negeri RI, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI (25/9).
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang berada di kawasan Indo-Pasifik, ancaman dari kenaikan permukaan laut adalah isu yang sangat mendesak dan membutuhkan upaya konkret masyarakat internasional.
Untuk itu, Menlu RI menekankan pentingnya penurunan emisi secara berkelanjutan seraya meminta dukungan berkelanjutan bagi negara berkembang melalui pendanaan, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas.
Menlu RI juga menyoroti pentingnya respons yang berbasis data dan sains untuk mendukung pengambilan kebijakan yang lebih tepat, sistem peringatan dini yang lebih kuat, dan perlindungan yang lebih terarah bagi masyarakat yang paling berisiko.
Penguatan ketahanan ini tidak hanya mampu memberikan perlindungan terhadap ekosistem, tetapi juga jaminan mata pencaharian, dan menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menlu RI juga menegaskan pentingnya memastikan, kenaikan permukaan laut tidak menimbulkan ketidakpastian hukum.
“United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) 1982 tetap menjadi kerangka hukum fundamental yang mengatur laut, dan perubahan yang disebabkan oleh kenaikan permukaan laut tidak semestinya mengurangi hak dan kewajiban yang berlaku di zona-zona dan batas maritim yang telah ditetapkan secara sah,” tandas Menlu Sugiono.
“Tugas kita sekarang adalah bekerja sama untuk memastikan bahwa kenaikan permukaan laut tidak merampas apa yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya dan apa yang akan diwariskan kepada generasi mendatang,” pungkas Menlu RI.
Diketahui, High-level Meeting to Address the Existential Threats Posed by Sea-level Rise menghasilkan “United Nations Political Declaration on Sea Level Rise” yang menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman kenaikan permukaan laut, khususnya bagi negara pesisir dan kepulauan, serta masyarakat yang berada di garis depan dampak perubahan iklim.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
