BATANG – Jumlah warga yang menjalani pemeriksaan akibat dugaan keracunan setelah menyantap makanan program makan bergizi gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah. Hingga Kamis 24 September malam, angkanya tembus 460 orang telah diperiksa di sejumlah fasilitas kesehatan.
Data Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per Kamis pukul 21.00 WIB mencatat, dari 460 warga yang diperiksa, sebanyak 157 orang harus dirujuk, 283 orang menjalani rawat jalan, dan 20 orang masih menjalani rawat inap di Puskesmas Bawang.
Ratusan pasien yang dirujuk atau harus menjalani rawat inap ditangani di sejumlah fasilitas kesehatan dalam wilayah Batang. Perinciannya terdiri dari 77 orang dirawat di RSUD Batang, 48 orang di RSUD Limpung, 17 orang di Puskesmas Subah, 8 orang di Puskesmas Gringsing 1, dan tujuh orang di Puskesmas Bandar 1
Penanganan korban masih berlangsung hingga 2 hari setelah warga mulai mengalami keluhan kesehatan seusai mengonsumsi makanan MBG. Sejumlah pasien masih menjalani perawatan karena kondisi mereka belum sepenuhnya pulih.
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan keselamatan penerima manfaat merupakan prioritas utama dan setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan pangan segera ditangani.
“Kami menyampaikan keprihatinan dan empati kepada seluruh penerima manfaat dan keluarga yang terdampak, serta memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan dengan baik dan kondisi mereka terus dipantau,” ujarnya dikutip Antara, Kamis kemarin.
Salah satu ibu dari anak yang dirawat Nurhamidah (36), warga Sangubanyu, Kecamatan Bawang, yang tinggal di pondok pesantren. Anak tersebut mengalami sakit perut, diare, pusing, muntah, hingga menggigil setelah menyantap makanan MBG pada Selasa 22 September.
Nurhamidah mengatakan, keluhan kesehatan mulai dirasakan anaknya pada malam hari setelah menyantap makanan MBG. Dia kemudian menjemput anaknya dari pondok pada Rabu siang setelah mendapat kabar mengenai kondisi tersebut.
Hingga Kamis malam pagi, anak Nurhamidah masih menjalani perawatan dan belum diperbolehkan pulang.
“Kondisinya masih belum stabil, masih seperti pertama itu. Kadang biasa, kadang terus naik panasnya,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait masih melakukan penanganan terhadap warga yang mengalami keluhan kesehatan. Sementara itu, penyebab pasti munculnya gejala pada ratusan warga tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
