JAKARTA – Industri otomotif global memandang Indonesia kini menjadi basis produksi, bukan lagi sekadar pasar, seiring dengan hadirnya pameran di bawah jaringan Automechanika global untuk pertama kalinya lewat Automechanika Jakarta (AMJKT) 2026.
Hal Tersebut dikatakan oleh Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza saat membuka Automechanika 2026 yang digelar pada 24-27 September di Nusantara Internasional Convention Exhibition (NICE) PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten.
“Industri otomotif global kini memang Indonesia secara berbeda. Kita tidak lagi menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi, mitra rantai pasok dan pusat regional untuk investasi,” ujar Wamen Riza saat membuka Automechanika Jakarta 2026, Kamis (24/9).
Ia menambahkan, posisi tersebut didukung dengan perekonomian nasional yang tumbuh sebesar 5,29 persen pada Kuarta II tahun 2026 di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global.
Kehadiran Automechanika di Tanah Air diharapkan menjadi salah satu jalan memperluas peran Indonesia dalam rantai pasok otomotif global, sekaligus menghubungkan pelaku industri di dalam negeri dengan mitra dari berbagai negara.

Sementara itu, Senior Vice President Messe Frankfurt Exhibition Gmbh, pemegang lisensi global Automechanika, Stephan Kurzawski mengatakan, hadirnya Automechanika di Indonesia merupakan langkah strategis, guna menghubungkan keahlian dan inovasi otomotif global dengan pelaku industri lokal.
“Sejak didirikan tahun 1971 dan merambah Asia Tenggara sejak 1998, membawa platform ini ke Indonesia merupakan langkah yang sangat strategis,” ujarnya.
“Indonesia memiliki pasar yang tumbuh paling cepat, didukung kebijakan pemerintah dan perluasan infrastruktur,” tandasnya.
Stephan juga mengutarakan ketertarikannya untuk menggelar event ini setiap tahun di Tanah Air.
Menanggapi ketertarikan Automechanika hadir setiap tahun di Indonesia, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menyambut baik.
“Iya, tadi dibilang (ingin pameran) setiap tahun. Kita siapkan nih, harus lebih banyak lagi exhibitornya. Ini titik awal sebetulnya,” ujar Bagus.
“Ini menjadi menarik, berarti kita harus persiapkan sebelum tahun depan ada lagi, kita siapkan hulu ke hilirnya. hulunya terutama,” tandasnya.
Diketahui, digelar di area seluas 20.000 meter persegi di Hall B5-8 NICE, Automechanika Jakarta diikuti sekitar 339 eksibitor dari dalam dan luar negeri, termasuk dari negara tetangga Singapura, Thailand, India, China, hingga eksibitor dari Uni Eropa dan Amerika Serikat.
Adapula Paviliun Indonesia, China, Uni Eropa, India, Malaysia, Singapura, Taiwan dan Thailand. Automechanika 2026 juga didukung oleh delapan asosiasi di Tanah Air dan sepuluh asosiasi global.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
