Pertemuan Perdana Destry dan Suahasil Soroti Likuiditas dan Strategi Penerbitan Surat Berharga


JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menggelar pertemuan tingkat tinggi atau high level meeting perdana dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Keuangan Juda Agung, Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman, serta Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, Ricky P. Gozali, Thomas Djiwandono, dan Solikin M. Juhro.

Destry mengatakan, pertemuan dengan Suahasil berlangsung cukup intensif, dan hal tersebut membuat keduanya terlambat menghadiri konferensi pers bersama awak media di Kantor Pusat BI, Kamis, 24 September.

“intinya tujuan dari pertemuan dari Bapak Menteri Keuangan dengan kami di Bank Indonesia sebenarnya ini hal yang biasa, kita juga rutin dulu punya high level meeting,” katanya.

Menurut Destry, pertemuan antara BI dan Kementerian Keuangan merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Dia menuturkan, saat pertama kali terpilih sebagai Gubernur BI, dirinya juga melakukan kunjungan ke Kementerian Keuangan untuk bertemu dengan Menteri Keuangan.

Menurutnya hal tersebut dilakukan karena BI dan Kementerian Keuangan sama-sama menjadi bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), sehingga sinergi dan koordinasi antarlembaga dinilai penting untuk menjaga stabilitas sekaligus mendukung perekonomian.

Destry menambahkan, komunikasi antara BI dan Kementerian Keuangan sebenarnya bukan hal baru lantaran kedua lembaga tersebut telah rutin berkoordinasi, termasuk melalui KSSK.

“Walaupun kami juga selalu sama-sama di KSSK, sejak kita sama-sama sebagai wakil, jadi sebenarnya tidak terlalu baru juga, paling enggak kita sudah sama-sama tahu bagaimana sinergi antara fiskal dan moneter yang memang sangat diperlukan bagi perekonomian kita ke depan,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu turut dibahas, mulai dari kondisi likuiditas hingga strategi penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Selain itu, ia menambahkan terdapat sejumlah agenda lain yang selama ini menjadi pembahasan rutin di tingkat teknis KSSK.

“Tapi intinya memang ada beberapa isu yang memang kita sempat bahas tadi, termasuk masalah likuditas, kemudian strategi penerbitan dari surat beragam pemerintah dengan surat SRBI yang ada di Bank Indonesia, dan juga mungkin ada beberapa isu lainnya yang sebenarnya juga regular itu sudah kami bicarakan, khususnya tim teknis di KSSK itu kan mereka rutin bertemu gitu ya,” jelasnya.

Sementara itu, Suahasil mengatakan pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum silaturahmi antara dirinya dan jajaran BI setelah keduanya mendapatkan posisi masing-masing.

Dia menjelaskan, ketika Destry pertama kali ditunjuk sebagai Gubernur BI, Destry sempat berkunjung ke Kementerian Keuangan dan kini, setelah dirinya mendapatkan posisi sebagai Menteri Keuangan, giliran dirinya yang melakukan kunjungan ke BI.

“Karena waktu Bu Destry diangkat, waktu itu ke Kementerian Keuangan juga ya, ketemu dengan Menteri Keuangan. Sekarang saya yang belakangan baru dilantik juga ke Bank Indonesia, ketemu dengan Deputi Gubernur, ceritanya saling memperkenalkan, saya memperkenalkan diri, karena sudah kenal dari tahun yang lalu, ya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suahasil juga menyampaikan apresiasinya kepada BI atas sinergi yang selama ini terjalin dengan Kementerian Keuangan dan pemerintah.

Dia berharap, koordinasi dan kerja sama antara kedua lembaga dapat terus diperkuat, baik melalui hubungan bilateral BI dan Kementerian Keuangan maupun dalam forum KSSK.

Adapun KSSK sendiri terdiri atas Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan dalam pertemuan terakhir, koordinasi tersebut juga telah melibatkan Danantara Indonesia.

“Kita akan memperkuat koordinasi dan sinergi dalam konteks KSSK dengan satu pemahaman bahwa yang paling penting untuk Republik kita ini adalah bagaimana menumbuhkan sektoril, bagaimana menumbuhkan sektor-sektor di perekonomian yang bekerja karena sektor-sektor ini yang menciptakan nilai tambah, sektor-sektor ini yang menciptakan penciptaan lapangan kerja,” ungkapnya.

Suahasil memastikan koordinasi antara anggota KSSK, termasuk BI, OJK, LPS, serta Danantara Indonesia, akan terus dijaga untuk mendukung pertumbuhan sektor-sektor perekonomian.

Menurutnya, sinergi antarlembaga diperlukan agar masing-masing institusi dapat menjalankan mandat kebijakannya secara optimal, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

“Kita cari terus sinergi kita sehingga di dalam mandat kebijakan kita masing-masing kita bisa terus menumbuhkan perekonomian, menumbuhkan ekonomi dan juga melindungi masyarakat kita. Tagline APBN saya kira-kira seperti itu. APBN yang menumbuhkan, APBN yang melindungi, dan APBN yang kredibel,” tegasnya.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *