Rupiah Melemah ke Rp17.916 per Dolar AS Kamis Sore, Data Ekonomi AS Jadi Pemicu


JAKARTA – Rupiah kembali melemah hingga mendekati Rp18.000 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan Kamis sore, 24 September, mata uang Indonesia turun 98 poin atau 0,55 persen menjadi Rp17.916 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.818.

Peneliti Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa mengatakan pelemahan rupiah dipicu penguatan dolar AS setelah data aktivitas bisnis Amerika Serikat menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

“Sentimen global masih menjadi faktor utama yang menekan rupiah hari ini. Dolar AS menguat setelah data Flash PMI AS September menunjukkan aktivitas bisnis tumbuh cukup kuat,” kata Amru se[perti dikutip dari Antara, Kamis, 24 September.

Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) gabungan AS naik menjadi 58,4 pada September, dari 56,0 pada Agustus. Angka tersebut merupakan level tertinggi sejak Juli 2021.

PMI merupakan indikator aktivitas bisnis. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan angka di bawah 50 menandakan kontraksi.

Menurut Amru, data tersebut memperlihatkan perekonomian AS masih tumbuh kuat. Namun, tekanan biaya dan inflasi yang belum mereda turut menjaga ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat.

Kondisi itu membuat dolar AS dan aset berbasis dolar tetap menarik bagi investor. Dampaknya, mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, menghadapi tekanan.

Di dalam negeri, Bank Indonesia (BI) telah memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75 persen. BI juga menegaskan komitmennya menjaga stabilitas rupiah melalui berbagai instrumen moneter.

Amru menilai posisi cadangan devisa Indonesia yang berada di kisaran 146,5 miliar dolar AS masih menjadi penopang ketahanan eksternal di tengah tekanan pasar global.

“Posisi cadangan devisa yang masih kuat di sekitar 146,5 miliar dolar AS juga menjadi salah satu faktor yang dapat membantu menjaga ketahanan eksternal,” ujarnya.

Pelemahan rupiah juga terlihat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Kurs tersebut bergerak dari Rp17.803 menjadi Rp17.893 per dolar AS pada perdagangan Kamis.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *