
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis, 24 September 2026. Pelaku pasar akan mencermati respons investor terhadap keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 5,75 persen.
Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 22-23 September 2026. Selain mempertahankan BI-Rate, BI juga menjaga suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75 persen dan Lending Facility sebesar 6,50 persen.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian pasar karena berlangsung di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah, meningkatnya ketidakpastian global, serta ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
Investor akan menilai apakah keputusan BI dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik. Tidak adanya kenaikan suku bunga berpotensi mengurangi kekhawatiran terhadap peningkatan biaya dana dan tekanan terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga.
Namun, pergerakan IHSG tetap akan dipengaruhi oleh stabilitas rupiah, arus modal asing, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat, serta perkembangan harga komoditas global.
Tekanan terhadap rupiah dapat kembali menjadi perhatian apabila dolar AS menguat dan investor global meningkatkan preferensi terhadap aset-aset yang dianggap lebih aman. Kondisi tersebut berpotensi mendorong investor melakukan aksi jual atau menahan transaksi di pasar saham Indonesia.
Sebaliknya, apabila pasar menilai kebijakan BI mampu menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, sentimen terhadap saham-saham domestik berpotensi membaik.
Dari sisi sektoral, investor diperkirakan mencermati saham perbankan, properti, konstruksi, barang konsumsi, serta emiten yang memiliki eksposur besar terhadap pergerakan rupiah. Saham berbasis komoditas juga akan dipengaruhi oleh arah harga minyak, batu bara, dan komoditas logam di pasar global.
Selain keputusan BI, pelaku pasar akan menunggu perkembangan kebijakan lanjutan bank sentral, termasuk penggunaan instrumen moneter dan makroprudensial untuk menjaga stabilitas pasar keuangan serta mendorong penyaluran kredit.
Analis juga akan mencermati perkembangan bursa regional dan Wall Street sebagai faktor eksternal yang dapat memengaruhi pembukaan perdagangan IHSG.
Dengan berbagai sentimen tersebut, IHSG diperkirakan masih bergerak volatil pada perdagangan Kamis. Investor disarankan mencermati pergerakan rupiah, transaksi investor asing, serta respons pasar terhadap keputusan BI sebelum menentukan strategi investasi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
