JAKARTA – Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa pada Hari Rabu menegaskan Dataran Tinggi Golan, yang diduduki oleh Israel, akan tetap menjadi wilayah Suriah dan segala langkah aneksasi tidak memiliki kekuatan hukum berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB.
Berpidato di hadapan sidang ke-81 Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat Hari Rabu, Presiden Al-Sharaa mengatakan upaya untuk memaksakan fakta di lapangan tidak dapat melemahkan kedaulatan Suriah, supremasi hukum, ataupun keberlakuan hukum internasional.
“Golan akan tetap menjadi tanah Suriah,” ujarnya, seraya menambahkan semua langkah aneksasi tidak sah menurut Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 497, melansir Anadolu (23/9).
Lebih lanjut Ia juga merujuk pemungutan suara Majelis Umum PBB pada Bulan Desember 2025, di mana 123 negara mendukung resolusi terkait wilayah Golan Suriah yang diduduki, menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang memberikan dukungan serta mendesak negara-negara yang abstain untuk mempertimbangkan kembali Resolusi 497.
Ia menuduh Israel telah melancarkan hampir 500 serangan udara dan artileri, melakukan lebih dari 1.200 penyusupan, serta menangkap dan menahan sekitar 300 warga Suriah.
Menurutnya, tindakan-tindakan tersebut mengancam stabilitas Suriah, menentang konsensus global, dan membangkitkan kembali kenangan pahit dari masa lalu yang sebenarnya telah berhasil ditinggalkan oleh rakyat Suriah.
Presiden Al-Sharaa menegaskan, Damaskus tetap berkomitmen pada Perjanjian Pemisahan Pasukan tahun 1974 dan terus menyerukan penarikan pasukan Israel ke garis posisi sebelum tanggal 8 Desember 2024.
Ia menolak upaya Israel untuk memaksakan “fakta baru di lapangan” dan menyatakan bahwa tindakan Israel di kawasan tersebut merusak keamanan dan stabilitas.
Pidato ini menandai kehadiran Presiden Al-Sharaa untuk kedua kalinya secara berturut-turut di hadapan Majelis Umum PBB.
Sebelumnya, Ia menghadiri sidang ke-80 pada bulan September 2025, menjadikannya presiden pertama Suriah yang berpartisipasi dalam pertemuan tersebut sejak tahun 1967.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
