DENPASAR – Masyarakat di enam wilayah pesisir Bali diminta mewaspadai potensi air laut pasang maksimum pada 26–30 September 2026. Fenomena yang dipicu fase Bulan Purnama ini berpotensi mengganggu aktivitas pelabuhan, permukiman pesisir, hingga usaha tambak garam dan perikanan.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar Cahyo Nugroho mengatakan potensi pasang maksimum terjadi seiring fase Bulan Purnama pada Sabtu, 26 September.
“Kami imbau masyarakat selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak air laut pasang maksimum,” kata Cahyo di Denpasar, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 23 September.
Berdasarkan prakiraan BBMKG, wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir selatan Kabupaten Jembrana, pesisir selatan Tabanan, pesisir Badung, Kota Denpasar, Gianyar, serta pesisir selatan Klungkung.
Cahyo menjelaskan waktu terjadinya pasang maksimum tidak sama di setiap wilayah, baik dari segi hari maupun jam.
Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat yang beraktivitas di sekitar pelabuhan dan kawasan pesisir, terutama kegiatan bongkar muat, permukiman, tambak garam, dan perikanan darat.
Selain ancaman air laut pasang, BBMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Bali pada 23–24 September.
Gelombang setinggi dua meter atau lebih berpotensi terjadi di Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, Selat Lombok, dan perairan selatan Bali.
Secara umum, cuaca Bali pada periode tersebut diprakirakan cerah berawan. Namun, tinggi gelombang di perairan utara Bali dapat mencapai 1,5 meter, sedangkan di perairan selatan mencapai tiga meter.
Sejumlah kawasan wisata pantai juga berpotensi mengalami gelombang cukup tinggi. Di Nusa Dua dan Sanur, gelombang diprakirakan mencapai dua meter. Sementara itu, Tanah Lot diprakirakan mencapai 1,5 meter dan Kuta hingga 1,25 meter.
BBMKG meminta masyarakat pesisir, nelayan, dan pelaku aktivitas kelautan terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim serta peringatan dini melalui kanal resmi BMKG dan aplikasi Info BMKG.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
