Singkawang, Fokus Berita – Mahasiswa, organisasi kepemudaan (OKP), dan masyarakat Kota Singkawang menunjukkan kekuatan gotong royong melalui Gerakan Warga Bantu Warga. Bantuan hasil penggalangan bersama disalurkan kepada MPA Padang Cemara dan MPA Pamilang.
Gerakan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian sosial tidak berhenti pada seruan dan unggahan di media sosial. Mahasiswa, OKP, dan warga mengambil peran dengan menghimpun bantuan untuk mendukung kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang bekerja di lapangan.
Ketua Umum HMI Cabang Singkawang, Muhammad Sukri atau dikenal sebagai Sukri Peci Merah, mengatakan aksi tersebut lahir dari kesadaran bersama bahwa persoalan di tengah masyarakat harus dihadapi secara bergotong royong.
“Kepedulian tidak harus menunggu kita memiliki banyak. Ketika kontribusi kecil dihimpun bersama, manfaatnya bisa menjadi besar bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” kata Sukri.
Menurut Sukri, bantuan yang disalurkan merupakan amanah dari masyarakat Kota Singkawang. Ia mengapresiasi warga yang telah memberikan kepercayaan kepada mahasiswa dan OKP untuk menghimpun serta menyalurkan bantuan kepada pihak yang membutuhkan.
Keterlibatan mahasiswa dan OKP dalam gerakan tersebut memperlihatkan bahwa peran generasi muda tidak berhenti di ruang diskusi. Kepedulian diwujudkan melalui kerja nyata dan penyaluran bantuan langsung kepada kelompok yang membutuhkan.
Bantuan tersebut disambut baik oleh MPA Padang Cemara dan MPA Pamilang. Perwakilan MPA menyatakan bantuan itu bukan hanya bernilai secara materi, tetapi juga memberikan semangat dan dukungan moral kepada relawan.
“Kami sangat menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas kepedulian Tim Warga Bantu Warga. Bantuan ini bukan hanya soal besar atau kecilnya jumlah yang diberikan, tetapi tentang nilai kepedulian masyarakat, khususnya mahasiswa dan OKP di Kota Singkawang,” ungkap perwakilan MPA.
Kolaborasi mahasiswa, OKP, dan warga tersebut menjadi pesan kuat bahwa persoalan sosial tidak dapat dibebankan kepada satu pihak. Masyarakat dapat bergerak, mahasiswa mengorganisasi kepedulian, sedangkan OKP menjadi penghubung antara bantuan warga dan kebutuhan di lapangan.
Namun, gerakan masyarakat tidak boleh menggantikan tanggung jawab pemerintah. Dukungan terhadap MPA harus dilakukan secara berkelanjutan melalui penyediaan peralatan, logistik, perlindungan keselamatan, dan kebutuhan operasional yang memadai.
MPA merupakan salah satu benteng awal masyarakat ketika ancaman kebakaran muncul. Para relawan tidak semestinya baru mendapat perhatian setelah keadaan menjadi darurat atau kabut asap mulai mengganggu kesehatan warga.
Sukri berharap semangat Warga Bantu Warga terus tumbuh dan menjadi budaya sosial di Kota Singkawang.
“Terima kasih kepada seluruh mahasiswa, OKP, dan warga Singkawang yang telah ikut membantu. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal dan membawa manfaat bagi saudara-saudara kita yang menerima,” tutupnya. (Rai)
