JAKARTA — Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) masih mengkaji rencana pendidikan gratis di satuan pendidikan negeri, termasuk perguruan tinggi negeri, yang diwacanakan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan kementeriannya menyambut positif arahan tersebut. Namun, pemerintah masih menganalisis kondisi serta berbagai kemungkinan skema kebijakan yang dapat diterapkan.
“Kami baru menganalisis semua kondisi yang ada, kemungkinan-kemungkinannya bagaimana,” ujar Brian di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 22 September.
Menurut Brian, inti arahan Presiden Prabowo adalah memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh masyarakat, terutama anak-anak yang memiliki keterbatasan kemampuan ekonomi.
“Intinya Bapak Presiden memberikan arahan bahwa pendidikan tinggi itu harus memberikan akses seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat atau anak-anak bangsa. Tentunya bagaimana yang memang tidak mampu, tetap diberikan akses,” tuturnya.
Brian mengatakan dukungan pemerintah terhadap pendidikan tinggi selama ini sudah cukup besar. Namun, Presiden meminta dukungan tersebut terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses pendidikan tinggi.
Karena itu, Kemendiktisaintek akan menyusun analisis mengenai kondisi saat ini, kebutuhan pembiayaan, serta berbagai kemungkinan kebijakan yang dapat diterapkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi.
Hasil kajian tersebut selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden sebagai bahan untuk menentukan tahapan kebijakan.
Brian menyebut pembahasan lebih lanjut akan dilakukan melalui rapat terbatas (ratas) yang secara khusus membahas rencana tersebut. Rapat akan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo dalam waktu dekat.
“Nanti perkembangannya mungkin setelah Bapak Presiden sudah memberikan arahan, mungkin kalau tidak minggu ini, minggu depan akan ada ratas khusus pembahasan ini,” kata Brian.
Sebelumnya, Prabowo menyatakan komitmennya untuk memperluas akses pendidikan bagi seluruh anak Indonesia. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri acara puncak peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Jumat 18 September.
Prabowo mengatakan pendidikan pada jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi negeri semestinya dapat diakses masyarakat tanpa biaya.
“Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas atau pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” ujar Prabowo.
Pernyataan tersebut kini menjadi bahan kajian pemerintah untuk menentukan bentuk dan mekanisme kebijakan yang dapat memperluas akses pendidikan negeri, khususnya bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
