JAKARTA – Danantara memastikan akan membentuk perusahaan tekstil baru yang mengembangkan industri secara terintegrasi dalam satu kawasan. Perusahaan tersebut juga membuka peluang kerja sama dengan pelaku industri tekstil yang sudah beroperasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan pembentukan perusahaan baru menjadi bagian dari rencana pengembangan industri tekstil nasional.
“Kita akan bikin perusahaan baru memang. Bisa untuk mengembangkan perusahaan-perusahaan yang sudah ada. Kita lihat dan kita bisa berpartner dengan perusahaan tekstil yang sudah ada,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September.
Menurut Rosan, Danantara akan mengambil peran sebagai penggagas pengembangan industri tekstil yang terintegrasi dalam satu kawasan.
“Untuk yang terintegrasi, itu kita yang akan menginisiasi di dalam satu kawasan,” ujarnya.
Namun, Rosan belum menjelaskan bentuk perusahaan baru tersebut, calon mitra yang akan diajak bekerja sama, maupun lokasi kawasan industri yang disiapkan.
Ketika ditanya kapan perusahaan akan mulai beroperasi, Rosan mengatakan pembahasannya akan dilanjutkan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria belum mengungkap besaran modal awal yang akan disiapkan untuk membentuk perusahaan tekstil tersebut.
“Mungkin nanti kita bahas khusus,” kata Dony.
Rosan dan Dony juga belum memberikan kepastian mengenai jadwal pembentukan perusahaan baru itu.
Rencana tersebut merupakan bagian dari pembahasan pemerintah mengenai pengembangan industri tekstil, termasuk penguatan perusahaan yang sudah ada serta pembangunan industri terintegrasi dalam satu kawasan.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
