JAKARTA – Pejabat Iran pada Hari Selasa menyatakan kapal-kapal komersial yang terkait dengan Amerika Serikat dan Israel, yang disita selama perang di Selat Hormuz dan kawasan Teluk, akan dijual, dan hasil penjualannya akan disalurkan kepada keluarga-keluarga yang terdampak konflik tersebut.
Kepala Pusat Pengacara di bawah lembaga peradilan Hassan Abdollianpour mengatakan, sejumlah kapal milik AS dan Israel telah disita di Selat Hormuz dan kawasan Teluk “berdasarkan putusan pengadilan,” sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Mizan.
“Hasil penjualan kapal-kapal ini akan digunakan untuk membantu individu dan keluarga yang terdampak perang baru-baru ini,” ujar Abdollianpour, melansir Anadolu (22/9).
Ia menambahkan bahwa para ahli telah mulai melakukan penilaian terhadap kerusakan yang diakibatkan oleh serangan AS di provinsi Hormozgan bagian selatan dan wilayah sekitarnya.
Diketahui, AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari, menurut Tehran, perang tersebut telah menewaskan ribuan orang.
Negeri Para Mullah merespons dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) di seluruh kawasan serta menutup Selat Hormuz, jalur strategis bagi pasokan energi global.
Ketegangan mereda seiring gencatan senjata Iran-AS pada Bulan April, disusul dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada Bulan Juni. Namun, kedua negara kembali saling serang bulan lalu.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
