Industri Tekstil Tak Lagi Dianggap Sunset, Danantara Siapkan Kawasan Terpadu


JAKARTA – Pemerintah membuka peluang pembiayaan dan insentif baru bagi industri tekstil untuk memperbarui mesin produksi yang sudah tua. Presiden Prabowo Subianto menegaskan industri tersebut tidak boleh lagi dipandang sebagai sektor yang sedang mengalami kemunduran atau sunset industry.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani mengatakan perubahan pandangan tersebut diperlukan agar perbankan kembali memberikan pembiayaan kepada perusahaan tekstil dan garmen.

Arahan itu disampaikan Presiden dalam rapat bersama se hujumlah menteri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September.

Menurut Rosan, Bank Himbara maupun bank nasional lainnya diharapkan menyediakan pinjaman, terutama untuk mengganti dan memperbarui mesin produksi yang sudah cukup tua.

“Karena memang kita bicara masalah daya saing atau competitiveness dari produk tekstil garmen kita mungkin yang agak ketinggalan,” kata Rosan usai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto.

Selain pembiayaan perbankan, pemerintah mempertimbangkan pemberian kembali insentif pembebasan pajak atau tax holiday bagi investasi di sektor tekstil.

Insentif tersebut sebelumnya lebih banyak diarahkan kepada investasi baru.

Rosan mengatakan Danantara juga akan menyiapkan kawasan khusus untuk mengintegrasikan industri tekstil dari hulu hingga hilir dengan teknologi yang lebih baik.

Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi produksi dan daya saing produk tekstil Indonesia.

Pemerintah juga meminta Danantara segera aktif menyelesaikan persoalan perusahaan tekstil yang tengah menjalani restrukturisasi.

Rosan mengatakan pihaknya terbuka untuk mengembangkan perusahaan tekstil yang sudah ada, terutama melalui perbaikan mesin dan teknologi.

Namun, keputusan investasi tetap mempertimbangkan penyerapan tenaga kerja dan tingkat keuntungan yang layak.

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan tingkat pemanfaatan kapasitas pabrik tekstil saat ini sekitar 75 persen.

Artinya, menurut Airlangga, masih tersedia ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan produksi dan melakukan ekspansi.

Rosan mengatakan kebijakan penguatan industri tekstil akan dikoordinasikan bersama kementerian terkait, termasuk Kementerian Keuangan, Perindustrian, Perdagangan, dan BUMN.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *