TNI AL Gagalkan Penyelundupan 3 Ton Sianida, Diduga untuk Tambang Emas Ilegal


GORONTALO – Pangkalan TNI Angkatan Laut Gorontalo menggagalkan penyelundupan sekitar tiga ton sianida asal Filipina yang diduga akan dipasok ke tambang emas ilegal di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Pengiriman bahan berbahaya itu digagalkan Lanal Gorontalo bersama Bea Cukai Gorontalo pada Senin, 21 September, sekitar pukul 02.30 WITA di perairan antara Pulau Bugisa dan Pulau Lampu, Kabupaten Gorontalo Utara.

Komandan Lanal Gorontalo Letkol Marinir Andi Arif Mangkubumi mengatakan dugaan tujuan pengiriman tersebut didasarkan pada pola penyelundupan sebelumnya dan penggunaan sianida dalam aktivitas pertambangan emas ilegal.

“Dugaan sementara sianida ini akan ditujukan ke tambang ilegal atau peti di wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo dan Sulawesi Tengah,” kata Andi dalam konferensi pers di Gorontalo, seperti dikutip dari Antara, Selasa, 22 September.

Peti merupakan singkatan dari pertambangan tanpa izin.

Andi mengatakan sianida dengan merek yang sama pernah ditemukan dalam kasus sebelumnya di Gorontalo. Menurut Andi, bahan tersebut hampir seluruhnya digunakan dalam aktivitas tambang emas ilegal.

“Pola penyelundupan sebelumnya yang di Gorontalo, merek ini berada di 99 persen digunakan untuk tambang emas yang ilegal,” ujarnya.

Aparat masih menelusuri jaringan di balik pengiriman tersebut. Andi mengatakan penyelidikan akan dilakukan berkelanjutan untuk mengungkap pihak yang terlibat.

Motif ekonomi juga menjadi salah satu dugaan yang didalami karena sianida memiliki nilai jual tinggi di tengah keterbatasan pasokan.

Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Gorontalo Kombes Pol. Devy Firmansyah mengatakan sianida saat ini relatif sulit diperoleh.

“Memang saat ini posisi barang ini, yaitu sianida, dari informasi yang kami dapatkan di lapangan sedang langka. Jadi memang harganya sangat fantastis,” kata Devy.

Ia mengatakan harga tinggi berkaitan dengan kondisi pasokan dan masih adanya aktivitas pertambangan yang menggunakan sianida, meski penertiban telah berulang kali dilakukan.

Aparat belum mengungkap pihak yang diduga menjadi pemilik maupun tujuan akhir pengiriman tiga ton sianida tersebut.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *