JAKARTA – Harga minyak dunia turun lebih dari 2 persen pada Senin meski ketegangan di Timur Tengah meningkat. Pelaku pasar mencermati pemulihan pengiriman minyak Arab Saudi, sementara arus minyak dari kawasan itu sejauh ini tetap kuat meski pipa East-West mengalami gangguan.
Menurut CNBC, dikutip Senin, 21 September, kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 2,22 persen menjadi 101,56 dolar AS per barel. Minyak West Texas Intermediate atau WTI AS untuk pengiriman Oktober melemah 2,23 persen menjadi 98,06 dolar AS per barel.
“Arus minyak Timur Tengah tetap sangat kuat meskipun terjadi gangguan pada pipa East-West Arab Saudi,” tulis analis JPMorgan dalam catatan tertanggal 18 September.
JPMorgan mencatat total arus minyak rata-rata mencapai 17,1 juta barel per hari selama 10 hari terakhir. Jumlah itu masih 6,1 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan rata-rata pada 2025.
Meski arus minyak masih bertahan, risiko gangguan pasokan belum hilang. Ketegangan meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyerang Arab Saudi dengan rudal dan drone pada Sabtu.
Pasar juga mencermati perkembangan perang AS-Iran. Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya sedang berada dalam “mode mengambil keputusan” dan menyebut “hal-hal sangat besar” akan terjadi dalam waktu dekat.
“Pertanyaan saya adalah, apakah dan kapan saya akan menghancurkan seluruh negara itu? Mereka sebaiknya bersikap baik,” kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip CNBC.
Daniel Takieddine, salah satu pendiri sekaligus CEO Sky Links Capital Group, memperkirakan pergerakan harga minyak akan tetap sangat bergantung pada kecepatan normalisasi ekspor dan perkembangan diplomasi.
“Setiap kemunduran atau kembali memburuknya kondisi pelayaran akan memperketat pasar fisik dan kembali mendorong tekanan kenaikan harga,” kata Takieddine.
Pasar fisik adalah perdagangan minyak yang melibatkan pasokan dan pengiriman minyak secara langsung, bukan sekadar kontrak berjangka.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
