JAKARTA – Porsche mulai memproduksi sel baterai kendaraan listrik dengan material katoda yang seluruhnya berasal dari litium, nikel, kobalt, dan mangan hasil daur ulang. Sel tersebut kini masuk tahap pengujian operasional.
Menurut Antara, disitat, Sabtu, 19 September yang mengutip Motor1, produksi dilakukan melalui lini percontohan bersama Cylib, perusahaan daur ulang asal Jerman.
Porsche menyebut langkah itu sebagai tonggak teknologi dalam pengembangan baterai. Material hasil daur ulang dinilai semakin penting untuk mendukung kebutuhan bahan baku sel baterai baru.
Proyek daur ulang baterai tegangan tinggi Porsche dan Cylib dimulai pada 2025. Program tersebut kini sudah melewati tahap eksperimen laboratorium.
Sejak Mei 2026, baterai tegangan tinggi yang telah mencapai akhir masa pakai dan dikumpulkan dari Porsche Center di seluruh Jerman mulai diproses menggunakan metode daur ulang berbasis air milik Cylib.
“Dengan sel baterai yang seluruhnya dibuat dari bahan baku daur ulang seperti litium dan kobalt, kami telah mencapai tonggak teknologi penting,” kata Anggota Dewan Eksekutif Porsche bidang pengadaan Joachim Scharnagl.
Setiap material yang berhasil dipulihkan dicatat melalui sistem khusus yang disebut dedicated material account. Sistem itu digunakan untuk melacak litium, nikel, kobalt, dan mangan hasil daur ulang secara terpisah.
Co-CEO Cylib Dr. Lilian Schwich mengatakan kerja sama tersebut mencakup seluruh proses, mulai dari baterai yang telah habis masa pakainya hingga menjadi bahan baku yang bisa digunakan kembali.
Tantangan utamanya bukan hanya mengambil kembali logam dari baterai bekas. Material tersebut juga harus diproses hingga memiliki tingkat kemurnian yang cukup untuk kembali digunakan dalam produksi katoda.
Porsche menargetkan bahan baku hasil daur ulang itu mulai mendukung produksi sel baterai baru pada 2028.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
