Apa Itu Pijat Limfatik? Ketahui Manfaat dan Siapa yang Sebaiknya Menghindarinya


YOGYAKARTA – Pijat limfatik dilakukan untuk membantu mengurangi pembengkakan ketika cairan limfa menumpuk di jaringan tubuh akibat gangguan pada sistem limfatik. Dalam kondisi normal, sistem ini mengumpulkan cairan limfa dan mengalirkannya kembali ke jantung melalui jaringan pembuluh dan kelenjar getah bening.

Jika proses tersebut terganggu (mungkin karena penyakit, cedera, atau tindakan medis tertentu), cairan dapat menumpuk di lengan, tungkai, atau bagian tubuh lainnya. Penumpukan cairan limfa ini menyebabkan pembengkakan yang dapat diatasi salah satunya dengan pijat limfatik.

Apa Itu Pijat Limfatik?

Pijat limfatik atau lymphatic drainage massage adalah teknik pijat lembut yang digunakan untuk membantu mengatasi pembengkakan akibat menumpuknya cairan limfa di jaringan tubuh. Dengan tekanan ringan dan gerakan tertentu, cairan diarahkan dari jaringan yang membengkak menuju kelenjar getah bening agar dapat kembali diserap kembali oleh tubuh.

Dilansir dari Cleveland Clinic, pijat ini banyak digunakan untuk menangani limfedema setelah operasi kanker payudara. Selain itu, teknik drainase limfatik juga digunakan pada limfedema yang berkaitan dengan kondisi kesehatan seperti insufisiensi vena kronis, fibromyalgia, cedera, lipedema, dan rheumatoid arthritis.

Di luar kebutuhan medis, pijat limfatik juga dikenal sebagai perawatan kosmetik pada wajah. Drainase limfatik pada wajah membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi tampilan sembap. Ini dapat membuat wajah tampak lebih cerah dan segar.

Seseorang mungkin mempertimbangkan pijat limfatik ketika sistem limfatiknya tidak bekerja sebagaimana mestinya. Beberapa tanda sistem limfatik mengalami penyumbatan antara lain tangan atau pergelangan kaki membengkak, kembung, sakit kepala, infeksi sinus kronis, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher. Keluhan lainnya bisa berupa brain fog atau masalah kulit seperti jerawat, kulit kering, atau ruam.

Manfaat dan Risiko

Dilansir dari laman yang sama, berikut beberapa manfaat pijat limfatik:

  • Mendukung sistem kekebalan tubuh.
  • Mengurangi retensi cairan.
  • Membantu meredakan neuropati.
  • Membantu mengelola stres.
  • Membuat kulit tampak lebih cerah jika dilakukan sebagai perawatan kosmetik.

Meski umumnya aman, pijat limfatik tidak dianjurkan bagi orang dengan kondisi tertentu. Beberapa kondisi tersebut meliputi:

  • Pembekuan darah.
  • Selulitis.
  • Trombosis vena dalam (DVT).
  • Demam.
  • Penyakit jantung.
  • Infeksi.
  • Gagal ginjal.
  • Stroke.

Pijat limfatik juga tidak dilakukan secara langsung pada jaringan kanker atau kulit yang rusak akibat terapi radiasi. Sementara itu, efek samping yang dapat muncul pada sebagian orang meliputi kelelahan, sakit kepala, dan mual.

Jika keluhan tersebut muncul setelah menjalani terapi, segera sampaikan kepada tenaga kesehatan agar risiko komplikasi dapat dihindari. Perlu juga Anda ketahui, hasil pijat tidak selalu terasa setelah satu sesi sehingga diperlukan pemantauan untuk mengetahui apakah terapi memberikan perubahan atau tidak.

Apabila beberapa sesi pijat limfatik tidak membawa perubahan, konsultasikan kembali dengan tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan pilihan penanganan lainnya. Begitupun ketika gejala limfedema justru semakin parah setelah melakukan pijat limfatik, segera hubungi dokter atau tenaga kesehatan Anda.

Selain pembahasan di atas, ikuti artikel-artikel menarik lainnya di VOI.ID. Agar tidak ketinggalan kabar terupdate follow dan pantau terus akun sosial media kami!

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *