JAKARTA – Sebuah studi menemukan tai chi, qigong, meditasi, dan latihan pernapasan dapat membantu penyintas kanker mengurangi sejumlah keluhan setelah pengobatan, terutama kelelahan, nyeri, dan gangguan tidur.
Menurut Euronews, dikutip Jumat, 18 September, penelitian itu melibatkan hampir 600 peserta dengan berbagai riwayat kanker, termasuk kanker payudara, prostat, saluran pencernaan, dan paru-paru. Sekitar separuh peserta sebelumnya didiagnosis kanker stadium awal.
Peserta telah menyelesaikan pengobatan utama, tetapi masih mengalami tekanan psikologis setidaknya pada tingkat sedang.
Tai chi dan qigong juga menunjukkan manfaat pada kualitas tidur. Keduanya merupakan latihan tubuh dan pikiran asal China yang memadukan gerakan lembut, pernapasan, serta perhatian pada sensasi tubuh.
Penyintas kanker Ken Taub mengatakan latihan tersebut membantunya menghadapi dampak jangka panjang setelah pengobatan.
“Terapi tubuh dan pikiran sangat membantu saya menjalani perjalanan yang sangat tidak menyenangkan ini,” kata Taub. Ia mengatakan kini bisa memulai hari dengan kondisi tubuh yang lebih segar dan lentur.
Peneliti utama studi, Linda E. Carlson dari University of Calgary, mengatakan semakin banyak orang dengan kanker yang dapat bertahan hidup dalam jangka panjang. Namun, banyak di antara mereka masih menghadapi efek samping yang tidak mudah ditangani.
Dalam penelitian tersebut, peserta mengikuti salah satu dari dua program, yakni pemulihan kanker berbasis mindfulness atau tai chi dan qigong. Sebagian peserta memilih program, sementara sebagian lainnya ditempatkan secara acak. Kelompok daftar tunggu digunakan sebagai pembanding.
Program mindfulness berlangsung selama sembilan minggu dan mencakup yoga, meditasi, serta diskusi kelompok. Sementara program tai chi dan qigong berlangsung 11 minggu dengan latihan gerakan ritmis, pernapasan, pemusatan perhatian, kesadaran tubuh, dan visualisasi.
Penulis senior studi Peter Wayne dari Osher Center for Integrative Health di Mass General Brigham mengatakan kedua program membantu peserta mengelola kelelahan dan nyeri. Khusus tai chi dan qigong, manfaat juga terlihat pada gangguan tidur.
Nyeri dalam penelitian diukur dari tingkat keparahan dan seberapa besar gangguannya terhadap aktivitas sehari-hari. Perubahan pada dua ukuran tersebut relatif kecil.
Namun, aspek psikologis yang berkaitan dengan nyeri membaik seiring waktu pada kedua kelompok latihan.
Peneliti juga menemukan gangguan akibat nyeri, masalah tidur, dan kelelahan cenderung muncul bersamaan. Ketika satu gejala membaik, dua gejala lainnya juga cenderung ikut membaik.
“Kalau latihan seperti ini bisa dimasukkan sejak awal, itu bisa membantu banyak orang,” kata Cynthia Good, peserta program tai chi dan qigong selama 11 minggu.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
