JAKARTA – Maserati menyiapkan dua mobil listrik baru melalui kerja sama dengan Huawei dan JAC Motors. Langkah ini diambil ketika merek mewah asal Italia tersebut sedang menghadapi penurunan penjualan dan tekanan keuangan.
CarNewsChina, disitat Jumat, 18 September yang mengutip Future Cars Daily, Maserati telah mematangkan rencana sebuah SUV listrik murni berukuran menengah hingga besar dan GT atau grand tourer listrik berukuran besar.
SUV baru itu disiapkan sebagai pelengkap Grecale Folgore. Sementara model GT akan memperkuat karakter dan warisan performa Maserati dengan bertumpu pada GranTurismo Folgore.
Pembahasan internal saat ini mengarah pada GT listrik sebagai model pertama yang diluncurkan dari kerja sama tersebut.
Huawei akan menyediakan teknologi melalui platform Harmony Intelligent Mobility Alliance atau HIMA. Teknologi yang disiapkan mencakup kokpit pintar, sistem mengemudi Qiankun ADS, dan teknologi penggerak listrik.
JAC Motors akan menangani rekayasa dan produksi kendaraan melalui fasilitas produksi Maextro. Sementara Maserati membawa desain khas yang telah dibangun selama lebih dari satu abad serta jaringan penjualan global.
Strategi penjualannya dibedakan antara China dan pasar internasional. Mobil hasil kolaborasi itu akan menggunakan merek Maextro di China, sedangkan versi untuk pasar global tetap memakai emblem Maserati.
Kerja sama tersebut datang saat kondisi Maserati sedang tidak ringan. Pada 2025, pengiriman global merek itu turun menjadi kurang dari 8.000 unit.
Angka tersebut merosot 80 persen dibandingkan puncaknya pada 2017 dan menjadi level terendah dalam lebih dari satu dekade.
Tekanan juga terlihat dari kinerja keuangan. Maserati mencatat kerugian operasional yang telah disesuaikan sebesar 198 juta euro dengan margin keuntungan minus 27,3 persen.
CEO Stellantis Antonio Filosa sebelumnya mengakui Maserati membutuhkan mitra industri untuk menjaga masa depan merek tanpa harus menjualnya.
Maserati juga berencana menggunakan skema Semi Knocked Down atau SKD. Dalam skema ini, kerangka bodi kendaraan yang belum dicat akan dibuat di fasilitas JAC di Hefei, China, kemudian dikirim ke Italia untuk menjalani perakitan akhir.
Proses di Italia mencakup pemasangan interior mewah dan penyetelan sasis.
Maserati disebut tetap memegang peran besar dalam menentukan distribusi internasional. Timur Tengah, Italia, Prancis, dan Jerman menjadi pasar awal yang dituju.
Strategi tersebut juga ditujukan untuk kembali mengoptimalkan fasilitas produksi Maserati di Cassino dan Modena.
Melalui kerja sama ini, Maserati berharap teknologi Huawei dan kemampuan produksi JAC membantu mengatasi keterbatasannya dalam riset, pengembangan, dan transformasi digital.
JAC merupakan produsen mobil yang berbasis di Hefei, China. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan itu dikenal memproduksi mobil kelas atas Maextro untuk ekosistem HIMA milik Huawei.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
