JAKARTA – Rupiah diperkirakan masih bergerak di bawah tekanan setelah Federal Reserve atau The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen. Bank sentral Amerika Serikat itu juga memberi sinyal kebijakan yang tetap ketat ke depan.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai sikap hawkish The Fed menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pergerakan rupiah. Hawkish merujuk pada sikap bank sentral yang cenderung mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi.
“The Fed menaikkan Fed Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75–4,00 persen dan memberikan sinyal sikap yang hawkish ke depan,” kata Josua di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 18 September.
Mengutip Xinhua, proyeksi ekonomi terbaru Federal Open Market Committee atau FOMC menunjukkan sebagian besar pejabat The Fed memperkirakan suku bunga kebijakan akan berada di kisaran 4,00–4,25 persen pada akhir 2026.
Proyeksi itu muncul ketika The Fed masih berupaya menahan inflasi yang dipengaruhi gangguan pasokan dan tekanan geopolitik. Bank sentral AS masih memiliki dua pertemuan lagi tahun ini, yakni pada akhir Oktober dan awal Desember.
Dolar AS pada saat yang sama cenderung stabil setelah pasar mencerna hasil pertemuan FOMC September. Dari sisi geopolitik, harga minyak bergerak turun seiring meningkatnya harapan Arab Saudi dapat kembali mengoperasikan jalur pipa East-West.
Anadolu melaporkan Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pipa minyak mentah utama Timur-Barat Arab Saudi diperkirakan segera kembali beroperasi. Jalur itu sebelumnya ditutup setelah rusak akibat serangan pesawat nirawak yang berasal dari Irak.
Arab Saudi menggunakan pipa tersebut untuk mengalihkan ekspor minyak mentah menuju Laut Merah di tengah perebutan kendali AS-Iran di Selat Hormuz.
Meski jalur itu masih ditutup sementara, Arab Saudi mengalihkan sejumlah pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dengan dukungan militer AS, menurut Wright.
Dengan kondisi tersebut, Josua memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.700 hingga Rp17.850 per dolar AS.
“Hari ini, kami memperkirakan rupiah akan bergerak pada kisaran Rp17.700–Rp17.850 per dolar AS,” kata Josua.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
