
JAKARTA –PTPN IV PalmCo memperkuat langkah mitigasi menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berulang di kawasan gambut, melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) dengan mengintegrasikan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Program yang dijalankan di sekitar wilayah operasional perusahaan, termasuk Regional IV Jambi-Sumbar dan Riau, diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur pengelolaan air, penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA), edukasi pembukaan lahan tanpa bakar (PLTB), hingga pengembangan komoditas alternatif seperti nanas di Tanjung Jabung Timur, Jambi. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun ketangguhan desa dalam menghadapi karhutla sekaligus menciptakan sumber pendapatan masyarakat yang berkelanjutan.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan menghadapi ancaman karhutla, perusahaan tidak lagi mengandalkan pendekatan reaktif setelah kebakaran terjadi, melainkan memperkuat pencegahan sejak fase prabencana.
“Kami semaksimal mungkin preventif secara menyeluruh termasuk di wilayah sekitar perusahaan sejak dari fase prabencana,” ujar Jatmiko dalam keterangannya, Rabu, 16 September.
Menurut Jatmiko, strategi tersebut menjadi semakin penting ketika ancaman musim kemarau panjang dan fenomena cuaca ekstrem meningkatkan risiko munculnya titik panas. Karena itu, mitigasi harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari pemantauan kondisi lapangan, kesiapan sumber daya, pengelolaan tata air hingga keterlibatan masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah rawan. Pendekatan ini sejalan dengan strategi PalmCo yang menempatkan Upaya pencegahan dan kesiapsiagaan sebagai bagian penting dalam mitigasi bencana.
Salah satu implementasi DMPG dilakukan PTPN IV Regional IV di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, khususnya di sekitar Desa Sungai Tawar dan Desa Merbau. Di kawasan tersebut, perusahaan membangun embung strategis sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan sumber air. Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam mendukung penanganan karhutla, terutama ketika kondisi lahan gambut menjadi lebih kering pada musim kemarau.
Selain pembangunan embung, pendekatan DMPG juga menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari sistem pencegahan. Di Riau, PTPN IV berkolaborasi dengan BPBD melalui pelatihan serta penyaluran peralatan pendukung penanganan kebakaran kepada kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA). Dengan penguatan kapasitas tersebut, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan dan sarana yang memadai untuk melakukan respons awal apabila terjadi potensi kebakaran.
Penguatan sistem pencegahan juga dilakukan melalui edukasi Pembukaan Lahan Tanpa Bakar (PLTB). Edukasi tersebut diarahkan untuk membangun perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola lahan sekaligus mengurangi risiko penggunaan api dalam aktivitas pembukaan lahan. Dengan demikian, DMPG tidak berhenti pada penyediaan sarana pemadaman, tetapi membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat agar mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga ekosistem gambut.
Di sisi lain, pendekatan preventif PalmCo juga diperkuat dengan sistem pemantauan dan pengelolaan lingkungan di wilayah operasional. Jatmiko menjelaskan perusahaan mengembangkan sistem deteksi dini berbasis teknologi serta memperhatikan tata kelola air, terutama di kawasan gambut.
“Teknologi pemantauan ini menjadi system peringatan dini (early warning system) secara real-time. Namun, sistem secanggih apa pun harus didukung oleh kesiapan infrastruktur di lapangan,” jelasnya.
Jatmiko menambahkan pengelolaan tata air menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga lahan gambut tetap lembap dan tidak mudah terbakar ketika kondisi cuaca semakin terik. Karena itu, strategi pencegahan PalmCo diarahkan untuk menghubungkan teknologi pemantauan dengan kesiapan infrastruktur di lapangan, sehingga potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
Dimensi pemberdayaan ekonomi menjadi bagian penting dari DMPG karena perlindungan gambut perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di Tanjung Jabung Timur, PTPN IV PalmCo menyalurkan 1.500 bibit nanas siap tanam, terdiri atas 1.000 bibit untuk masyarakat Desa Merbau dan 500 bibit untuk masyarakat Desa Sungai Tawar. Komoditas nanas dipilih karena dinilai sesuai dengan karakteristik lahan gambut setempat sekaligus memiliki potensi ekonomi sebagai buah segar maupun produk olahan.
Melalui Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), PTPN IV PalmCo memperkuat komitmen membangun ketahanan lingkungan sekaligus kemandirian ekonomi masyarakat melalui penguatan infrastruktur air, kesiapsiagaan MPA, zero burning policy, edukasi PLTB, serta pengembangan komoditas ramah gambut.
Dengan menempatkan masyarakat sebagai mitra utama dan memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah, program ini diharapkan mampu membentuk desa yang tangguh menghadapi karhutla, mandiri secara ekonomi, dan berkelanjutan dalam menjaga kelestarian ekosistem gambut.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
