PBB Kecam Ulah Israel yang Kembali Menyerbu Pusat Pelatihan Qalandia di Yerusalem Timur


JAKARTA – Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Hari Selasa mengecam tindakan pasukan keamanan dan kendaraan lapis baja Israel yang memasuki secara paksa Pusat Pelatihan Qalandia di Yerusalem Timur yang diduduki.

Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan lebih dari 50 personel Israel dan empat kendaraan lapis baja memasuki lokasi tersebut pada pukul 10.00 pagi waktu setempat, saat 20 anggota staf sedang berada di tempat.

Sekjen PBB Antonio Guterres menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut, kata juru bicara Stephane Dujarric, seraya mencatat tindakan itu akan merampas akses pemuda Palestina terhadap pendidikan kejuruan yang vital di fasilitas yang telah membuka jalan menuju lapangan kerja selama lebih dari 70 tahun.

“Sekretaris Jenderal mengecam keras tindakan otoritas Israel hari ini – termasuk pasukan keamanannya – yang memasuki dan tetap berada di Pusat Pelatihan UNRWA Qalandia secara tidak sah,” ujar Dujarric kepada wartawan, melansir Anadolu (26/8).

Dujarric mengatakan, ini merupakan kali kelima otoritas Israel memasuki pusat tersebut tanpa izin sejak Bulan Mei.

Ia menyebutkan penggerebekan ini menyusul pelanggaran lain yang “tidak dapat diterima” terhadap status kekebalan fasilitas PBB, termasuk pembongkaran kompleks Sheikh Jarrah serta pemutusan aliran air dan listrik ke sejumlah fasilitas badan PBB lainnya.

“Tindakan terhadap fasilitas UNRWA ini sama sekali tidak dapat diterima dan bertentangan dengan kewajiban jelas Israel berdasarkan hukum internasional,” kata Dujarric, seraya merujuk pada Piagam PBB dan pendapat penasihat Mahkamah Internasional (ICJ) tahun 2025.

Menurut Dujarric, Sekejn Guterres mendesak Israel untuk segera menghentikan campur tangan, mengosongkan semua lokasi yang terdampak, dan mengembalikannya kepada PBB tanpa penundaan.

Diketahui, Pusat Pelatihan Qalandia adalah sekolah kejuruan tertua yang dikelola oleh badan tersebut. Setiap tahun, pusat ini memberikan jalan menuju kemandirian ekonomi bagi ratusan siswa dari seluruh wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Pada awal tahun 2025, Israel menutup kantor pusat badan tersebut di kawasan Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur yang diduduki, dan kemudian mengumumkan penyitaan lokasi itu oleh pihak berwenang.

UNRWA didirikan pada tahun 1949 melalui resolusi Majelis Umum PBB dan ditugaskan untuk memberikan bantuan serta perlindungan bagi pengungsi Palestina di Yordania, Suriah, Lebanon, Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *