JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca Jabodetabek pada Rabu 26 Agustus didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan. Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 22–35 derajat Celsius. Bogor dan kawasan sekitarnya relatif lebih sejuk, sedangkan Bekasi, Depok, dan wilayah Tangerang berpotensi mengalami suhu lebih tinggi pada siang hari.
Di wilayah Bogor, cuaca diprakirakan cerah sepanjang hari. Suhu di Kota Bogor berada sekitar 22–33 derajat Celsius, sedangkan sejumlah wilayah seperti Bogor Selatan diperkirakan berkisar 22–30 derajat Celsius. Kondisi tersebut menunjukkan cuaca relatif cerah dengan kelembapan sekitar 43–90 persen.
Sementara itu, Depok diprakirakan mengalami cuaca cerah hingga cerah berawan dengan suhu sekitar 24–34 derajat Celsius. Di Pancoran Mas, suhu diperkirakan 24–33 derajat Celsius, sedangkan Cimanggis dapat mencapai 34 derajat Celsius pada siang hari.
Di Bekasi, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan suhu sekitar 26–35 derajat Celsius. Suhu maksimum diperkirakan mencapai 35 derajat Celsius sehingga masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan perlu mengantisipasi paparan panas.
Adapun Tangerang diprakirakan didominasi cuaca cerah dengan suhu sekitar 25–33 derajat Celsius. Kelembapan udara diperkirakan berada pada kisaran 51–89 persen di sejumlah wilayah.
Untuk wilayah DKI Jakarta, kondisi cuaca diperkirakan cerah hingga cerah berawan dengan suhu maksimum sekitar 34 derajat Celsius. Tutupan awan dapat berubah sepanjang hari, sehingga masyarakat tetap disarankan memantau prakiraan cuaca terbaru.
Secara umum, kondisi cuaca Jabodetabek pada Rabu diperkirakan cukup mendukung aktivitas masyarakat, terutama kegiatan luar ruangan. Namun, masyarakat tetap perlu menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, dan menghindari berada di bawah terik matahari terlalu lama.
BMKG sebelumnya memprediksi Agustus menjadi salah satu periode puncak musim kemarau 2026. Karena itu, masyarakat juga perlu mewaspadai kondisi kering dan potensi kebakaran lahan maupun lingkungan akibat aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
