JAKARTA – Sprinter para atletik Indonesia Saptoyogo Purnomo membidik catatan waktu 11,10 detik pada nomor 100 meter T37 dalam misinya mempertahankan tiga medali emas pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
“Untuk target best time, semoga bisa pecah rekor. Semoga sekarang 11,10 detik,” kata Saptoyogo di Aichi, Jepang, Kamis.
Saptoyogo mengatakan target utamanya di Aichi-Nagoya adalah mengulang pencapaian Asian Para Games Hangzhou 2022 ketika meraih tiga emas nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter T37. Ia juga meraih perak estafet universal 4×100 meter.
“Untuk target, semoga seperti di Hangzhou mendapatkan tiga medali emas. Semoga kali ini mendapatkan tiga medali emas lagi karena ini mempertahankan gelar juga,” ujar atlet yang akan turun di empat nomor tersebut.
Pada Asian Para Games Hangzhou, Saptoyogo menjuarai 100 meter T37 dengan catatan 11,35 detik sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games 11,49 detik yang sebelumnya juga atas namanya.
Selain itu, dia merebut emas 200 meter T37 dengan waktu 23,34 detik dan 400 meter T37 dengan catatan 54,80 detik.
Meski berstatus juara bertahan, Saptoyogo mengakui perjuangannya di Aichi-Nagoya tidak akan mudah karena sejumlah pesaing memiliki catatan waktu yang makin baik.
“Beban pasti ada karena cukup berat, terutama dari lawan. Ada yang baru, ada yang catatannya lebih bagus lagi,” kata atlet 28 tahun itu.
Salah satu lawan yang diwaspadainya adalah sprinter Arab Saudi Ali Yousef S Alnakhli. Keduanya telah beberapa kali bertemu, termasuk pada final 100 meter T37 Asian Para Games Hangzhou saat Alnakhli meraih perak dengan catatan 12,11 detik.
Saptoyogo mengatakan persiapannya kini lebih difokuskan untuk menjaga mental bertanding dan mempertajam catatan waktu. Pengalamannya tampil dalam dua edisi Asian Para Games sebelumnya menjadi modal untuk menghadapi tekanan sebagai juara bertahan.
“Persiapannya sama seperti tahun-tahun kemarin. Kemungkinan tinggal melatih mental, terus juga catatan waktu. Saya sangat yakin untuk mendapatkan itu juga,” ujar Saptoyogo.
Asian Para Games 2026 juga menjadi bagian dari perjalanan Saptoyogo menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Setelah meraih tiga emas di Hangzhou dan medali perak 100 meter T37 pada Paralimpiade Paris 2024, dia ingin menjaga performanya menuju persaingan berikutnya.
“Kalau sudah berhasil, paling mempersiapkan menuju LA. Tahun 2028 ke LA untuk Paralimpiade. Jadi ini harus mendapatkan medali emas karena ini juga sebagai poin penting menuju LA,” kata Saptoyogo.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+
