Microsoft Luncurkan Maia 300, Siap Tantang Dominasi Nvidia


JAKARTA – Microsoft memperkenalkan Maia 300, akselerator kecerdasan buatan (AI) generasi ketiga yang dikembangkan secara internal dan dijadwalkan mulai digunakan di pusat data pada 2027. Chip ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pemrosesan permintaan AI sekaligus mengurangi ketergantungan Microsoft terhadap prosesor grafis (GPU) dari pemasok eksternal, termasuk Nvidia.

Dikutip Android Headlines, Maia 300 menggunakan arsitektur yang mengutamakan inferensi atau pemrosesan model AI untuk menghasilkan jawaban dan menjalankan tugas secara langsung. Pendekatan ini ditujukan untuk mendukung layanan Microsoft, termasuk Copilot dan Azure, di tengah meningkatnya kebutuhan komputasi dan energi untuk menjalankan aplikasi AI.

Microsoft merancang Maia 300 untuk menangani tugas-tugas AI yang digunakan sehari-hari, seperti percakapan waktu nyata dan penalaran dengan konteks panjang. Chip tersebut juga ditujukan untuk mendukung berbagai perangkat lunak dan layanan, termasuk Microsoft 365 Copilot, Teams, Cowork, dan GitHub.

Kebutuhan tersebut meningkat seiring perkembangan asisten digital dari chatbot sederhana menjadi agen AI yang mampu menjalankan alur kerja bertahap. Perkembangan ini turut meningkatkan beban komputasi dan kebutuhan energi pusat data.

Menurut Microsoft, setiap rak server akan menampung 96 akselerator Maia 300 dengan konsumsi daya dalam batas 167 kilowatt. Perusahaan mengklaim konfigurasi tersebut mampu menghasilkan token 40% lebih banyak per megawatt dibandingkan sistem GPU terkemuka.

Microsoft juga menyatakan Maia 300 dapat menghasilkan keluaran token tujuh kali lipat dibandingkan generasi sebelumnya, Maia 200. Token merupakan unit pemrosesan teks yang digunakan model AI untuk memahami masukan dan menghasilkan keluaran.

Dari sisi teknologi, Maia 300 dibangun menggunakan proses manufaktur 2 nanometer milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC). Chip ini juga dilengkapi delapan tumpukan memori dengan bandwidth tinggi untuk mempercepat perpindahan data dan membantu mengurangi pemborosan energi.

Pengembangan Maia 300 menjadi bagian dari upaya Microsoft memperkuat kendali atas perangkat keras yang menjalankan infrastruktur komputasi awan dan layanan AI miliknya. Selama ini, Nvidia masih mendominasi pasar prosesor untuk pusat data di industri teknologi.

Microsoft berencana memperluas keluarga chip Azure Maia hingga penerapan berskala multi-gigawatt. Strategi tersebut diarahkan untuk menjadikan perangkat keras buatan sendiri sebagai salah satu fondasi utama ekosistem AI perusahaan.

Analis keuangan Evercore ISI memperkirakan chip Maia buatan Microsoft akan menyumbang sekitar 10% dari anggaran perangkat keras AI perusahaan pada awal 2027. Namun, angka tersebut merupakan estimasi analis, bukan target resmi yang dikonfirmasi Microsoft dalam laporan tersebut.

Meski mengembangkan chip sendiri, Microsoft tidak sepenuhnya meninggalkan pemasok perangkat keras konvensional. Perusahaan tetap bekerja sama dengan Nvidia dan AMD untuk kebutuhan pelatihan model AI berskala besar serta infrastruktur komputasi awan secara umum.

Strategi Microsoft juga berbeda dari Google dan Amazon. Kedua perusahaan tersebut menyewakan akses ke prosesor khusus buatan mereka kepada klien eksternal, sedangkan Microsoft membatasi penggunaan Maia untuk layanan internal Azure dan perangkat lunak milik perusahaan.

Dengan pendekatan tersebut, Maia 300 diposisikan sebagai bagian dari strategi Microsoft untuk mengoptimalkan biaya energi pusat data dan memenuhi permintaan komputasi AI yang terus berkembang. Namun, berdasarkan laporan tersebut, perusahaan masih akan mengandalkan kombinasi chip internal dan perangkat keras dari pemasok eksternal untuk menjalankan berbagai beban kerja AI.

Add VOI as a Preferred Source

Follow VOI news updates across Google.

+





Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *